Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Oktober 2025 | 04.11 WIB

Bojan Hodak Nilai Regulasi 11 Pemain Asing Tingkatkan Kualitas Liga dan Tantangan Persib

Pelatih Persib Bojan Hodak rasakan dampak regulasi 11 pemain asing. (sumber Ileague) - Image

Pelatih Persib Bojan Hodak rasakan dampak regulasi 11 pemain asing. (sumber Ileague)

JawaPos.com-Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menilai penerapan regulasi 11 pemain asing di BRI Super League 2025/2026 membawa pengaruh besar terhadap peningkatan kualitas kompetisi. Aturan yang memungkinkan setiap klub memiliki 11 pemain asing, dengan tujuh di antaranya dapat tampil bersamaan di lapangan, membuat liga terasa lebih kompetitif dibandingkan musim sebelumnya.

Persib menjadi salah satu tim yang memanfaatkan kuota penuh. Yakni Adam Przybek, Julio Cesar, Patricio Matricardi, Federico Barba, Frans Putros, Wiliam Marcilio, Luciano Guaycochea, Berguinho, Ramon Tanque, Uilliam Barros, dan Andrew Jung.

“Kalian bisa lihat, liga menjadi lebih bagus tahun ini karena ada tujuh pemain asing (di lapangan) dan ini lebih banyak dari sebelumnya. Ini membuat kualitas liga meningkat,” ujar Hodak, pelatih asal Kroasia yang dua musim terakhir membawa Persib menjadi kekuatan utama di sepak bola Indonesia.

Menurut Hodak, regulasi baru ini memberi dampak langsung terhadap intensitas dan keseimbangan kompetisi. Banyak klub yang kini memiliki kedalaman skuad lebih baik, membuat setiap pertandingan menjadi lebih sulit diprediksi.

Sejauh ini, Borneo FC Samarinda menjadi satu-satunya tim yang tampil sempurna dengan enam kemenangan beruntun dan memuncaki klasemen sementara.

“Musim ini lebih sulit dari tahun lalu. Setiap tim terus merekrut pemain asing yang lebih baik, dan itu alasan kenapa liga meningkat,” sambung Hodak.

Meski demikian, Persib sebagai juara bertahan tak luput dari tantangan. Maung Bandung telah menelan dua kekalahan sejauh ini, masing-masing dari tim promosi Persijap Jepara dan Persita Tangerang yang menjadi bukti betapa ketatnya persaingan musim ini.

Namun, Hodak menegaskan bahwa posisi klasemen saat ini belum menentukan apa pun. “Kita akan lihat siapa yang menjadi juara di bulan Mei, bukan sekarang,” ucap Bojan Hodak.

Di sisi lain, regulasi 11 pemain asing juga memberi efek positif bagi kiprah Persib di ajang AFC Champions League Two (ACL 2). Dengan kedalaman skuad yang lebih kuat, Persib mampu tampil kompetitif di level Asia.

Pekan lalu, Maung Bandung meraih kemenangan penting atas Bangkok United (Thailand) dan kini berada di posisi kedua Grup G. Kemenangan itu memperlihatkan keseimbangan antara pemain lokal dan asing yang dimiliki Persib.

Hodak menilai keberagaman gaya bermain dan pengalaman internasional para pemain asing turut mengangkat performa tim di kancah Asia.

“Regulasi ini bukan hanya soal kuantitas, tetapi bagaimana kami bisa memanfaatkannya untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujar Hodak menambahkan.

Perubahan regulasi tersebut juga menjadi cerminan ambisi operator liga untuk memperkuat daya saing sepak bola Indonesia, baik di kompetisi domestik maupun level kontinental.

Dengan kualitas permainan yang meningkat dan persaingan makin ketat, BRI Super League 2025/2026 dipandang sebagai salah satu musim paling menantang dalam beberapa tahun terakhir.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore