
The Jakmania satu tribun dengan Bonek di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (12/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com — Harapan besar tengah menghinggapi Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya, jelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Pasalnya, PT Liga Indonesia Baru (I League) tengah membuka opsi pelonggaran kehadiran suporter tandang di stadion untuk Super League 2025/2026.
Dalam kebijakan anyar ini, suporter Persebaya Surabaya disebut sebagai salah satu barometer penting untuk menilai kelayakan kehadiran pendukung tim tamu di stadion lawan.
I League menilai laga-laga yang melibatkan Persebaya Surabaya, selama tidak mengandung unsur rivalitas panas, berpotensi besar mendapat izin kehadiran suporter tandang.
Direktur Utama I League Ferry Paulus menjelaskan, kehadiran Bonek akan jadi tolok ukur penerapan sistem baru ini.
Ia mencontohkan laga seperti Dewa United vs Persebaya Surabaya berpeluang besar mengizinkan kehadiran Bonek sebagai suporter tandang.
“Ya, tapi misalnya Dewa sama Persija, (lalu) Dewa sama barangkali Persebaya ini kan enggak ada sejarah (rivalitas) juga,” ujar Ferry dikutip dari Antara.
Meski begitu, pelonggaran ini tidak berlaku untuk pertandingan yang tergolong high risk match. Terutama yang melibatkan rivalitas tinggi antarsuporter.
Duel klasik seperti Arema FC vs Persebaya Surabaya tetap dikecualikan karena memiliki potensi konflik yang tinggi. “Arema sama Persebaya juga enggak akan diizinkan untuk saat ini,” tegas Ferry.
Hal ini berlaku juga untuk pertandingan lain seperti Persib Bandung melawan Persija Jakarta yang dikenal memiliki sejarah rivalitas panas.
“Yang pasti tadi sudah bisa dibilang tertutup pintunya kalau suporter Persib datang ke Persija. Begitu juga suporter Persija datang ke Persib itu pasti tidak bisa,” lanjutnya.
Kebijakan ini sejalan dengan peluncuran aplikasi resmi Sobat Liga, yang digadang-gadang sebagai solusi modern untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan penonton di stadion.
Aplikasi ini menjadi media pembelian tiket resmi dan menampilkan konten statistik serta video pertandingan untuk memperkaya pengalaman digital suporter.
Sekjen PSSI Yunus Nusi menjelaskan aplikasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang federasi untuk membangun ekosistem sepak bola yang lebih tertib.
Salah satu fokusnya adalah mengatur dan memantau mobilitas suporter, khususnya yang melakukan perjalanan tandang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
