
Pieter Huistra (tengah) dan Dominikus Dion. (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)
JawaPos.com - Harapan PSS Sleman untuk tetap bermain di kasta tertinggi Liga 1 musim depan tidak sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. Di pekan penentuan ini, nasib Super Elja juga sangat dipengaruhi oleh hasil duel antara Arema FC melawan Semen Padang.
Pada Sabtu (24/5/2025) pukul 16.00 WIB, tiga laga krusial akan berlangsung secara bersamaan. Yakni Madura United vs PSS Sleman, Arema FC vs Semen Padang, dan PSIS Semarang vs Barito Putera. Ketiganya melibatkan tim-tim papan bawah yang masih berjibaku menjauh dari jurang degradasi.
Di antara ketiganya, Semen Padang saat ini berada di posisi paling aman. Kabau Sirah hanya membutuhkan kemenangan atas Arema FC untuk memastikan tempat di Liga 1 musim depan tanpa perlu memikirkan hasil dari pertandingan lain.
Sementara itu, bagi PSS Sleman, kemenangan atas Madura United menjadi harga mati. Namun tiga poin saja tak cukup. Pasukan Pieter Huistra masih harus berharap Semen Padang tergelincir, alias kalah dari Arema FC. Hanya dalam skenario itulah, PSS bisa mengungguli Semen Padang di klasemen akhir.
"Mereka (pemain) tahu apa yang harus dilakukan, jadi yang penting adalah menyiapkan tim lawan Madura," ujar Huistra saat ditemui di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (21/5/2025).
Meski tak mudah, pelatih asal Belanda itu tetap percaya bahwa anak asuhnya akan tampil habis-habisan di Bangkalan. Ia menyadari Madura United adalah lawan tangguh, tetapi tekad bertahan di Liga 1 membuat timnya akan berjuang maksimal.
"Madura mereka sudah aman, tapi itu tidak berarti apapun. Kita punya tiga pertandingan terakhir, kita cuma fokus memenangkan pertandingan," tuturnya.
"Kita tunggu, dan kita punya kesempatan. Kita harus memastikan kita harus menyiapkan apapun itu untuk memenangkan pertandingan," lanjut eks pelatih Borneo FC itu.
Lebih lanjut, ketika ditanya soal peluang Semen Padang bisa tumbang di laga kontra Arema FC, Huistra mengutarakan harapannya agar pertandingan berjalan jujur dan kompetitif. Ia pun menggantungkan asa besar kepada Singo Edan.
"Tentu mereka harus menang lawan Semen Padang. Arema tim yang bagus jadi mereka bisa menang lawan Semen Padang. Tapi di sepakbola semua hal bisa terjadi," jelasnya.
Hari Rabu kemarin menjadi kesempatan terakhir PSS mempersiapkan tim sebelum keberangkatan ke Madura. Semua pemain terbaik akan diboyong demi menjaga asa bertahan di Liga 1 tetap menyala hingga detik terakhir kompetisi.
PSS Sleman berharap pada satu skenario yang ideal: menang di Bangkalan, dan Arema FC mampu menaklukkan Semen Padang. Jika dua hal itu terjadi, maka keajaiban yang disebut-sebut oleh Huistra bisa menjadi kenyataan. Super Elja pun selamat dari ancaman degradasi.
Pertandingan di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu sore nanti, akan jadi laga penuh ketegangan. Bagi PSS Sleman, ini bukan sekadar pertandingan — ini adalah soal nasib, perjuangan, dan harapan terakhir.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
