Persebaya Surabaya gagal menanghadapi PSIS Semarang di Stadion Gelora Bung Tomo. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang setelah laga berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo. Gol penyeimbang dari Septian David Maulana di menit 90+4 menggagalkan kemenangan Green Force yang sudah di depan mata.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Persebaya Surabaya tampil agresif. Mereka langsung menekan pertahanan PSIS. Baru lima menit berjalan, Flavio Silva mendapat peluang emas di dalam kotak penalti. Namun, sepakannya masih membentur pemain lawan.
Tekanan terus dilancarkan Persebaya Surabaya untuk mencari gol pembuka. Namun, pertahanan rapat PSIS sulit ditembus. Menit ke-62, Rizky Dwi mencoba peruntungan lewat tendangan keras di kotak penalti. Sayang, bola masih melenceng dari gawang Syahrul Trisna.
Paul Munster melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya serang di babak kedua. Oktafianus Fernando, Kasim Botan, Mohammed Rashid, dan Riswan Lauhim dimasukkan menggantikan Flavio Silva, Rizky Dwi, Mikael Tata, dan Toni Firmansyah.
Pergantian tersebut membuat permainan Persebaya Surabaya lebih hidup. Peluang demi peluang tercipta. Menit ke-85, umpan Bruno Moreira disambut tendangan Francisco Rivera. Sayangnya, tendangan itu membentur pemain PSIS dan berbelok arah.
Menjelang akhir laga, Persebaya Surabaya nyaris memastikan kemenangan. Aksi solo run Oktafianus Fernando berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Tendangan Opan ke tiang jauh masih melenceng tipis.
Kegagalan memanfaatkan peluang tersebut menjadi petaka bagi Persebaya Surabaya. Serangan balik cepat PSIS di menit akhir berbuah gol Septian David Maulana. Dia memanfaatkan kemelut di depan gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan. Persebaya harus puas hanya membawa pulang satu poin. Hasil ini membuat Green Force tertahan di posisi ketiga klasemen sementara dengan 48 poin.
Usai pertandingan, Oktafianus Fernando angkat bicara soal kegagalannya memanfaatkan peluang emas di menit akhir. Pemain senior Persebaya Surabaya itu tak ragu mengakui kesalahannya.
“Ya mungkin saya bicara sedikit dan saya harus ambil tanggung jawab ini. Tidak ada masalah terkait permainan Persebaya. Kesalahan kita tidak bisa mendapatkan poin penuh, kesalahan ada di saya,” ujar Oktafianus dengan nada penuh penyesalan.
Opan juga menyampaikan permohonan maaf kepada Bonek dan Bonita. Mereka selalu setia mendukung. Ia menegaskan siap disalahkan atas hasil imbang tersebut.
“Jadi mungkin untuk pencinta Persebaya dan suporter semua, saya siap mengambil tanggung jawab itu. Saya siap disalahkan untuk pertandingan ini,” tambahnya.
Meski kecewa, Oktafianus tetap memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya. Mereka tampil baik sepanjang laga. Menurutnya, Persebaya Surabaya sudah bermain sesuai instruksi pelatih dan menunjukkan performa maksimal.
“Ya, sebenarnya saya jujur aja untuk saat ini tidak bisa berkata apa-apa. Saya memang kesalahan saya gitu lho. Jadi tidak ada masalah untuk tim, tim bermain bagus. Sebenarnya seperti apa saya di lapangan begitu saja,” pungkas Oktafianus Fernando.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
