Bonek mulai terang-terangan membandingkan Paul Munster (kiri) dan Aji Santoso sebagai pelatih Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Paul Munster menghadapi tekanan besar setelah Persebaya Surabaya terus mengalami penurunan performa di putaran kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025. Hasil buruk dalam enam pertandingan terakhir menjadi sinyal bahaya bagi Green Force.
Aji Santoso pernah mengembalikan identitas bermain Persebaya Surabaya dengan filosofi umpan pendek cepat. Gaya bermain itu diwariskan dari generasi ke generasi dan menjadi ciri khas Green Force sejak era keemasannya.
Pada 31 Oktober 2019, Aji ditunjuk menggantikan Wolfgang Pikal untuk menyelamatkan Persebaya Surabaya yang tengah terpuruk. Tanpa banyak waktu, ia langsung mengembalikan DNA permainan Persebaya Surabaya di sesi latihan sore itu.
Aji menegaskan filosofi bermain Persebaya Surabaya tak boleh berubah dari umpan pendek cepat. Baginya, permainan ini sudah menjadi warisan yang harus terus dipertahankan.
"Dari jaman dulu filosofi permainan Persebaya sebenarnya tidak berubah, mengandalkan umpan pendek cepat," kata Aji Santoso.
Pelatih yang juga pernah menangani Timnas Indonesia itu sadar perubahan tidak bisa instan. Namun, ia memulai dari aspek mental pemain dengan mengembalikan semangat dan kepercayaan diri.
Momentum kedatangan Aji juga menjadi reuni dengan Bejo Sugiantoro dan Uston Nawawi. Tiga legenda Persebaya Surabaya yang membawa juara Liga Indonesia 1997 kembali bersatu dalam tim pelatih.
"Saya melatih Persebaya ini seperti dream come true. Waktu sebagai pemain saya dibesarkan Persebaya dan membesarkan Persebaya. Bersama Coach Bejo dan Coach Uston membawa Persebaya juara tahun 97," kenang Aji Santoso.
Aji mengaku melatih Persebaya Surabaya adalah impian yang menjadi kenyataan. Sebagai pemain, ia dibesarkan oleh Persebaya Surabaya dan saat menjadi pelatih, ia ingin membesarkan klub ini.
Ia pernah menangani Persebaya Surabaya dalam masa sulit di era Liga Primer Indonesia dan play-off. Karena itu, ia memahami betul karakter suporter dan bagaimana tim ini seharusnya bermain.
"Saya juga pernah melatih Persebaya saat play off dan LPI, jadi menurut saya Persebaya tidak asing bagi saya. Saya memahami karakter suporter dan mengerti keinginan tim ini bermain," tandasnya.
Sayangnya, enam tahun berlalu, gaya bermain Persebaya Surabaya kini berubah drastis. Di bawah kepemimpinan Paul Munster, Persebaya Surabaya lebih mengandalkan serangan balik dan permainan pragmatis.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
