Pedro Dias santer dikabarkan akan keluar dari Persija Jakarta di bursa transfer paruh musim. (Instagram @pedrodias.92)
JawaPos.com — Persija Jakarta dikabarkan akan melakukan perombakan besar dalam skuadnya jelang paruh musim Liga 1 2024/2025. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajemen Macan Kemayoran tak ingin lengah dalam persaingan papan atas.
Perubahan ini terutama menyasar lini belakang, di mana ada pemain yang dinilai kurang memberikan kontribusi maksimal. Sosok yang paling santer disebut adalah bek asal Brasil, Pedro Dias, yang performanya dianggap tidak konsisten.
Pedro Dias memang mencetak gol saat Persija menang 4-1 melawan Madura United pekan lalu. Namun, kontribusinya secara keseluruhan dianggap belum memenuhi ekspektasi sebagai pemain asing.
Bek asal Brasil ini baru bermain dua kali dari 10 pertandingan Persija musim ini. Padahal, lini belakang Persija menunjukkan kekompakan yang lebih baik saat diisi oleh Muhammad Ferarri, Ondrej Kudela, dan Rizky Ridho.
Sinyal lain dari perombakan skuad Persija juga mengarah pada posisi penjaga gawang. Carlos Eduardo, kiper asal Brasil, mulai kehilangan tempatnya di tim utama setelah performa solid Andritany Ardhiyasa.
Andritany berhasil mencatat dua clean sheet dari lima pertandingan terakhir, membuat Carlos Eduardo harus puas duduk di bangku cadangan. Kembalinya Andritany sebagai kiper utama menjadi alasan utama mengapa Carlos Eduardo kini tersisih.
Bocoran soal perombakan ini pertama kali diungkap oleh akun sepak bola @transfernews_ft. Akun tersebut menyebutkan bahwa lini belakang akan menjadi salah satu fokus utama Persija dalam mendatangkan pemain baru.
Manajemen Persija disebut sudah memiliki lima nama kandidat untuk menggantikan pemain-pemain yang berpotensi hengkang. Tiga di antaranya adalah bek tangguh, sementara dua nama lainnya adalah gelandang dan penyerang.
Moussa Sidibe menjadi salah satu opsi yang disebut untuk memperkuat lini depan Persija. Pemain Persis Solo ini tampil impresif musim ini dengan mencetak empat gol dan tiga assist dari sembilan laga.
Sidibe dikenal sebagai pemain dengan kemampuan dribel dan kreativitas tinggi di sepertiga akhir lapangan. Kontraknya yang hanya tersisa hingga 31 Mei 2025 membuka peluang besar bagi Persija untuk memboyongnya.
Selain Sidibe, Persija juga dikaitkan dengan gelandang serang Arema FC, Wilian Marcilio. Pemain asal Brasil ini mencetak tiga gol dan dua assist dalam 10 penampilan musim ini, delapan di antaranya sebagai starter.
Wilian Marcilio dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi duet ideal bagi Maciej Gajos di lini tengah Persija. Kontraknya yang kabarnya habis akhir musim ini membuat peluang Persija merekrutnya semakin terbuka lebar.
Di lini belakang, nama Renan Alves dari FC Bekasi City disebut sebagai salah satu target utama. Mantan bek Barito Putera ini tampil solid di Liga 2 dengan catatan kebobolan rendah dan kontribusi penting dalam membawa timnya bersaing di papan atas.
Renan Alves memiliki pengalaman bermain di Liga 1, sehingga adaptasinya bersama Persija diyakini tidak akan memakan waktu lama. Kontraknya di FC Bekasi City yang berakhir musim ini membuatnya menjadi opsi menarik untuk direkrut.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
