
Mees Hilgers punya statistik ciamik yang siap membela Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram/@meeshilgerss)
JawaPos.com — Timnas Indonesia kembali mendapat tambahan kekuatan baru di sektor pertahanan, kali ini dari pemain berkelas Eropa, Mees Hilgers. Pemain FC Twente ini resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) setelah menjalani sumpah di KBRI Brussels, Belgia, pada 30 September 2024.
Hilgers tak hanya sekadar bek biasa, dia memiliki statistik yang mentereng di level sepak bola Eropa. Penampilannya yang impresif di Liga Belanda membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling dinantikan untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026.
Hilgers akan bergabung dengan skuad Garuda untuk menghadapi laga penting melawan Bahrain dan Tiongkok pada 10 dan 15 Oktober mendatang.
Musim lalu di Eredivisie, Hilgers bermain sebanyak 28 kali dengan total waktu bermain 2.198 menit. Sebagai seorang bek tengah, dia mencatatkan tingkat kesuksesan tekel sebesar 61,5 persen dan kemenangan duel 53,2 persen. Ini merupakan angka yang sangat baik bagi pemain yang sering kali harus menghadapi penyerang-penyerang berkelas di liga Eropa.
Tidak hanya itu, Hilgers juga memiliki catatan kemenangan duel udara sebesar 46,3 persen. Meski terbilang cukup tinggi, dia masih bisa mengasah kemampuannya di aspek ini untuk lebih unggul di kancah internasional. Namun, angka ini sudah cukup memberikan rasa aman bagi lini pertahanan Timnas Indonesia yang tengah memburu kemenangan di babak kualifikasi.
Selain ketangguhannya dalam duel, Hilgers juga memiliki kecerdasan dalam membaca permainan. Dia tercatat melakukan 26 intersep dan 7 blok sepanjang musim lalu. Tak hanya itu, Hilgers juga berhasil melakukan 141 recoveries, yang menunjukkan keandalannya dalam membantu lini belakang kembali menguasai bola. Ini merupakan salah satu kelebihan yang membuatnya sangat diandalkan oleh FC Twente.
Sebagai bek modern, Hilgers juga memiliki kemampuan mengumpan yang sangat baik. Akurasi umpannya mencapai 88,8 persen, angka yang tergolong tinggi untuk seorang pemain belakang.
Lebih spesifik lagi, akurasi umpan long ball-nya sebesar 46,9 persen, membuatnya mampu memberikan kontribusi serangan dari lini belakang. Kemampuan ini menjadi nilai lebih bagi Hilgers, terutama ketika menghadapi tim-tim dengan pressing tinggi seperti Bahrain dan Tiongkok.
Meskipun catatannya mengesankan, Hilgers masih kalah dari dua bek andalan PSV Eindhoven, Andre Ramalho dan Oliver Boscagli, dalam hal persentase kemenangan duel dan recoveries. Namun, ini tidak menutup fakta bahwa Hilgers merupakan bek muda yang konsisten bermain di level tinggi dan kerap menjadi starter di FC Twente, tim yang menempati peringkat ketiga Eredivisie musim lalu.
Di ranah Asia, statistik tersebut menjadikan Hilgers sebagai pemain yang sangat berharga bagi Timnas Indonesia. Bahrain dan Tiongkok, sebagai lawan Indonesia dalam kualifikasi, tidak memiliki striker yang bermain di liga top Eropa. Hal ini membuka peluang besar bagi Hilgers untuk unggul dalam duel-duel langsung di lapangan, terutama mengingat pengalamannya yang kaya di liga Eropa.
Keberadaan Jay Idzes, bek yang bermain di Serie A, juga menjadi keuntungan bagi Hilgers. Kedua bek ini diharapkan dapat saling melengkapi di lini pertahanan Timnas Indonesia. Statistik Hilgers yang menunjukkan keahliannya dalam umpan panjang dan permainan bola menjadi daya tarik bagi pelatih Shin Tae-yong, yang menyukai bek modern karena mampu berkontribusi dalam fase transisi permainan.
Pada musim terbaru Liga Belanda, Hilgers telah tampil dalam 6 pertandingan dengan total waktu bermain 495 menit. Meski baru bermain sebanyak itu, statistiknya masih cukup solid dengan tingkat kesuksesan tekel sebesar 42,9 persen dan kemenangan duel 47,5 persen. Dia juga tercatat memenangkan 42,1 persen duel udara, sebuah angka yang bisa meningkat seiring waktu.
Sebagai bek tengah, Hilgers juga berhasil mencatatkan 3 intersep, 1 blok, dan 28 recoveries dalam 6 laga tersebut. Yang lebih mengesankan lagi, dia hanya 2 kali bisa dilewati oleh lawan. Ini menunjukkan betapa solidnya Hilgers dalam bertahan, membuatnya sulit untuk dikalahkan dalam duel satu lawan satu.
Akurasi umpannya tetap berada di angka yang sama mengesankannya dengan musim lalu, yakni 88,8 persen. Meskipun demikian, akurasi umpan long ball-nya mengalami sedikit penurunan menjadi 25 persen. Ini adalah area yang mungkin masih bisa ditingkatkan, terutama dalam menghadapi tekanan dari lawan yang lebih agresif di kualifikasi Piala Dunia nanti.
Dengan segala kelebihannya, Hilgers masih memiliki ruang untuk berkembang. Bermain di level internasional bersama Timnas Indonesia tentunya akan memberikan pengalaman berharga baginya untuk terus meningkatkan permainannya. Apalagi, dengan motivasi besar untuk membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, Hilgers dipastikan akan memberikan segalanya di lapangan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
