
Marselino Ferdinan adalah salah satu bukti bersinarnya jebolan Persebaya Surabaya di Timnas Indonesia dan internasional. (Instagram/@marselinoferdinan10)
JawaPos.com — Marselino Ferdinan adalah nama yang kian bersinar di kancah sepak bola nasional dan internasional. Pemain muda ini terus mencatatkan prestasi luar biasa, baik bersama Timnas Indonesia maupun saat masih berseragam Persebaya Surabaya, klub yang melahirkannya.
Jejak kariernya menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda, terutama jebolan Persebaya Surabaya, yang juga memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain berkualitas.
Marselino memulai kiprahnya di sepak bola profesional dengan memecahkan beberapa rekor penting. Salah satu yang paling mencolok adalah saat dia menjadi pemain termuda yang diturunkan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia.
Usianya baru 17 tahun dan 2 hari ketika berlaga melawan Persikabo 1973 di BRI Liga 1 Indonesia musim 2021/2022, tepatnya pada 12 September 2021. Tidak hanya itu, Marselino juga masuk dalam daftar 60 wonderkid terbaik dunia versi media Inggris, The Guardian, yang dirilis pada 6 Oktober 2021. Pengakuan ini membuktikan bahwa kualitas jebolan kompetisi internal Persebaya Surabaya diakui hingga ke kancah internasional.
Prestasinya bersama Timnas Indonesia juga tak kalah gemilang. Marselino Ferdinan tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam ajang Kualifikasi Piala Asia 2023. Gol bersejarah tersebut tercipta ketika Timnas Indonesia menghajar Nepal dengan skor 7-0 pada 15 Juni 2022.
Saat itu, usia Marselino baru 17 tahun, 9 bulan, dan 5 hari. Gol ini juga menjadi gol perdana Marselino bersama Timnas senior Indonesia setelah debutnya pada 27 Januari 2022. Pencapaian ini semakin memperkuat statusnya sebagai pemain masa depan Indonesia.
Namun, kiprah Marselino tidak hanya berhenti di Indonesia. Pemain yang memiliki kemampuan olah bola di atas rata-rata ini kini memperkuat klub Liga Inggris kasta kedua, Oxford United. Sebelumnya, Marselino sempat membela KMSK Deinze, klub kasta kedua Liga Belgia.
Perjalanan kariernya ini melanjutkan tradisi jebolan Persebaya Surabaya yang berkarier di luar negeri, mengikuti jejak beberapa pendahulunya yang juga sempat mencicipi persaingan di liga-liga asing.
Sebelum Marselino, salah satu nama yang juga pernah mencuat sebagai jebolan Persebaya Surabaya adalah Andik Vermansah. Pemain bertubuh mungil ini sempat menjadi ikon sepak bola Indonesia, terutama saat membela Persebaya Surabaya di era 2008-2013.
Namun, setelah Persebaya Surabaya dilanda dualisme, Andik memutuskan untuk mencoba peruntungan di luar negeri. Malaysia menjadi pelabuhan karier berikutnya, di mana dia membela Selangor FA selama empat musim dari 2014 hingga 2017.
Bersama Selangor, Andik berhasil menyumbangkan satu trofi, yakni Piala FA Malaysia 2015. Dalam kurun waktu tersebut, Andik membukukan 16 gol dalam 114 penampilan di semua ajang.
Setelah berkiprah di Selangor, Andik kemudian hijrah ke Kedah FA pada 2018. Meski hanya semusim, dia tetap memberikan kontribusi dengan mencetak dua gol dari 16 penampilan di semua kompetisi.
Setelah petualangan di Malaysia, Andik akhirnya pulang ke Indonesia. Namun, dia tidak kembali ke Persebaya Surabaya, melainkan memperkuat sejumlah klub Liga 1 Indonesia seperti Madura United, Bhayangkara FC, dan Persiraja Banda Aceh.
Selain Andik Vermansah, nama lain yang tidak kalah bersinar adalah Evan Dimas. Gelandang asal Surabaya ini juga merupakan produk dari Persebaya Surabaya meski sempat terjebak dalam era dualisme klub. Evan memulai karier profesionalnya bersama Bhayangkara FC pada 2014.
Di tahun 2018, Evan mencoba peruntungannya di luar negeri dengan bergabung bersama Selangor FA, klub yang sebelumnya juga pernah dibela Andik. Meski hanya bertahan semusim, Evan tampil dalam 25 pertandingan di semua ajang sebelum kembali ke Indonesia.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
