Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Mei 2024 | 21.37 WIB

Cerita Unik Mantan Kapten Timnas Indonesia Evan Dimas, Ternyata Member Resmi The International Cat Association (TICA) Indonesia

SAYANG: Evan Dimas dan Dewi Zahra bersama hewan berbulu kesayangan mereka. (ANGGER BONDAN/JAWA POS) - Image

SAYANG: Evan Dimas dan Dewi Zahra bersama hewan berbulu kesayangan mereka. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

JawaPos.com — Evan Dimas memiliki cerita unik yang menarik perhatian banyak penggemar. Selain kabar kepindahannya yang semakin santer ke Persik Kediri, ada hal lain yang mengejutkan.

Evan Dimas, yang dulu dikenal sangat fobia terhadap kucing, kini resmi menjadi breeder kucing dan bahkan tercatat sebagai anggota The International Cat Association (TICA) Indonesia.

Evan menceritakan bahwa ketakutannya terhadap kucing bermula saat usianya masih 12 tahun. Kala itu, sebuah insiden kecil membuatnya trauma. "Wajah saya hampir dicakar. Dari situ, saya trauma," kenangnya dikutip dari Jawa Koran Edisi 13 Desember 2020.

Sejak saat itu, Evan selalu menghindari kucing. "Jangankan menyentuh, kucing baru mendekat saja, saya sudah lompat," kata pemain berusia 25 tahun itu.

Namun, semua berubah saat Evan mempersunting Dewi Zahra pada 22 Februari lalu. Dewi, yang merupakan pencinta kucing, sering merasa kesepian di Jakarta ketika Evan sibuk berlatih. Untuk mengatasi kesepiannya, Dewi memutuskan untuk mengadopsi kucing. "Bisa buat temen main," ucap Dewi.

Meskipun Dewi tahu suaminya fobia kucing, niatnya untuk mengadopsi kucing sudah bulat. "Kami akhirnya lihat-lihat. Ternyata ada kucing jenis ragdoll yang lucu," jelas Dewi.

Kucing berusia tiga bulan tersebut diadopsi dan diberi nama Moza. Ketika pertama kali membawa Moza ke apartemen, Evan sangat ketakutan. "Takut mau pegang. Tapi, begitu sudah pegang, ternyata dia (Evan) justru suka," ungkap Dewi.

Keesokan harinya, Evan malah mengajak Dewi untuk mencari kucing adopsi lagi untuk menemani Moza. Mereka akhirnya mendapatkan kucing jenis Maine Coon berusia delapan bulan yang kemudian diberi nama Moca. Tidak berhenti di situ, mereka juga mengadopsi kucing jenis British Shorthair berusia 18 bulan yang diberi nama Meron.

Kini, Evan yang sempat fobia kucing justru menjadi teman baik bagi Moza, Moca, dan Meron. Evan bercerita bahwa awalnya dia masih takut, tetapi seiring waktu dia mulai merasa nyaman dengan kucing-kucingnya. "Awalnya masih takut. Tapi, begitu pegang, kok bulunya halus. Terus, wajahnya juga lucu. Pas diajak main juga manja gitu," tuturnya.

Bagi Evan, kucing bukan sekadar hewan peliharaan. "Malah sudah saya anggap seperti anak sendiri," ucapnya. Ketika Evan dan Dewi pergi jalan-jalan ke mal, kucing-kucing mereka sering diajak serta. "Saya bawa jalan-jalan. Soalnya, kalau ditinggal di rumah, kasihan. Nggak tega gitu rasanya," kata kapten timnas U-19 saat juara AFF U-19 2013 tersebut.

Kucing-kucing tersebut kini ditempatkan di ruangan khusus di rumah Evan di kawasan Made, Surabaya. Ruangan dengan lebar 2 meter dan panjang 7 meter itu berada di lantai dua dan akan digunakan untuk proses breeding. Saat ini, Evan baru memiliki tiga kucing, tetapi dia sudah memesan dua kucing tambahan. "Ada jenis British Shorthair sama Scottish Fold. Insha Allah akhir bulan ini datang," ungkap pemain kelahiran 13 Maret 1995 tersebut.

Untuk warna dan jenis kelamin, Evan masih mempertimbangkannya karena kucing-kucing baru itu akan dijodohkan dengan Moza, Moca, atau Meron. Evan sangat serius dengan rencana breeding ini, terbukti dengan keanggotaannya di TICA Indonesia. "Makanya, aku sampai masuk ke TICA Indonesia," tegasnya.

Sebagai anggota TICA, Evan harus mengikuti aturan ketat dalam menjodohkan kucing. "Ternyata ada caranya. Misalnya, kucing yang dijodohkan harus satu jenis. Warnanya juga tidak boleh acak. Harus selaras," paparnya.

Evan tidak mau asal menjodohkan kucing karena hasil pernikahan dari kucing yang tidak selaras tidak akan mendapatkan sertifikat dari TICA.

Evan menyadari pentingnya sertifikat bagi kucing hasil breeding. "Kucing yang tidak memiliki sertifikat jelas dilarang untuk diadopsi. Karena itu, saya harus hati-hati dalam proses breeding," jelasnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore