TUAI KONTROVERSI: Jersey Erspo sedang menuai kontroversi dari netizen yang menganggapnya bisa lebih baik lagi karena digunakan untuk Timnas Indonesia. (Instagram Erspo)
Setelah menerima kritik dari banyak pihak, Erspo selaku penyedia jersey tim nasional Indonesia dipastikan mengubah desain seragam tempur skuad Garuda. Kepada Jawa Pos, Direktur PT Garuda Sepak Bola Indonesia (komersialnya timnas) Marsal Irwan Masita berbicara banyak hal mengenai itu. Berikut petikan wawancaranya.
Bagaimana ceritanya Erspo terpilih sebagai apparel jersey timnas Indonesia?
Semua brand yang mengikuti tender jersey timnas wajib mengajukan tiga aspek. Yaitu, nilai sponsorship, product supply, dan royalti. Kami butuh revenue untuk operasional timnas. Karena itu, kami pilih yang terbaik. Nah, Erspo memberikan support tiga kali lipat dibandingkan brand-brand sebelumnya. Plus, kami mendapatkan royalti 7 persen dari penjualan jersey timnas.
Berapa nilai sponsorship yang diberikan Erspo?
Erspo memberikan cash Rp 8 miliar per tahun. Juga, product supply Rp 20 miliar per tahun dan royalti 7 persen. Itu semua angka per tahun. Sedangkan kontrak mereka dua tahun bersama kami.
Apakah ada aturan khusus bagi pemain yang ingin menukar jersey dengan pemain tim lawan?
Dulu, perbandingannya satu banding dua sampai empat. Artinya, satu jersey untuk dipakai dua sampai empat pertandingan, baru jersey itu boleh dibawa pulang atau tukar jersey dengan pemain tim lawan. Kalau sekarang, satu banding satu. Artinya, setelah pertandingan, jersey tersebut boleh langsung dibawa pulang atau boleh jika mau menukar jersey dengan pemain tim lawan.
Bagaimana tanggapan Anda soal Erigo yang memenangi tender tapi justru Erspo yang menjadi brand apparel jersey timnas?
Saat proses tender, semua peserta men-submit akta perusahaan. Nah, Erigo itu pemegang saham mayoritasnya Muhammad Sadad. Setelah menang tender, dia menghubungi saya kalau dia mau bikin brand baru namanya Erspo. Apakah bentuknya PT baru atau tidak, itu hak dia. Sekarang akta Erspo sudah ada. Pemegang saham terbesarnya Sadad juga. Nggak ada yang salah. Nggak ada aturan yang dia langgar. Apalagi, Erspo ada di bawah holding Erigo. Berbeda entitas memang. Tapi, holding-nya sama.
Sempat ada kegaduhan di media sosial soal tagar boikot Erspo. Bagaimana tanggapan Anda?
Bukan desainnya yang salah. Tapi desainernya yang kalimatnya tidak diterima oleh netizen sepak bola. Kalimatnya di media sosial cenderung kasar. Sehingga efeknya merembet ke mana-mana. Kalau soal desain, itu debatable. Bisa bilang bagus, bisa bilang jelek. Tapi, saya pastikan bahwa jersey yang digunakan pemain timnas menggunakan bahan terbaik di Indonesia. Sayangnya, jersey versi replika dan suporter kualitasnya kurang bagus. Itu yang harus diperbaiki.
Bagaimana upaya Erspo untuk memperbaiki kualitas jersey timnas?
Bulan ini rencananya kami mau menggelar focus group discussion (FGD). Dalam momen itu, kami mau mendengarkan semua stakeholder sepak bola. Kami mau tahu sudut pandang para stakeholder. Setelah itu, aspirasi mereka kami bawa untuk proses pembuatan jersey baru.
Jadi, bisa dipastikan desain jersey timnas diubah?

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
