
Pelatih Persikabo 1973, Aji Santoso, akan kembali bereuni dengan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1, Minggu (17/12).
JawaPos.com – Taktik jitu Aji Santoso membuat Persikabo 1973 mampu menahan imbang tamunya, Persis Solo, Jumat (6/10). Dalam laga itu, Persikabo menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit akhir jelang pertandingan selesai.
Selain taktik dari Aji Santoso, keputusan wasit juga "membantu" Persikabo terhindar dari kekalahan. Wasit memberikan penalti untuk Persikabo jelang laga berakhir.
Persis Solo unggul lebih dulu melalui David Gonzales di akhir babak pertama. Sepakan Pedrinho sukses membawa Persikabo menyamakan kedudukan saat babak kedua berjalan 10 menit.
Persis kembali unggul melalui eksekusi penalti Moussa Sidibe di menit ke-72. Hadiah penalti yang diberikan wasit menuai sejatinya menuai perdebatan di lapangan dan di media sosial.
Kemudian di penghujung babak kedua, wasit kembali mengeluarkan keputusan kontroversial dengan memberikan tuan rumah penalti. Persikabo berhasil menyamakan kedudukan lewat tendangan penalti Joao Pedro atau biasa dipanggil Pedrinho di menit akhir.
Aji Santoso memberikan apresiasi kepada daya juang anak asuhnya, yang pantang menyerah ketika tertinggal dari Persis Solo. "Pertandingan berjalan cukup berimbang, sama-sama punya banyak peluang, meskipun di babak kedua kami lebih mendominasi, sempat tertinggal dengan gol penalti,” kata Aji Santoso.
“Tapi saya apresiasi kinerja pemain saya. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik mendapatkan poin di dua sisa pertandingan putaran pertama," ungkap Aji dikutip JawaPos.com dari laman resmi Liga Indonesia.
Eks pelatih Persebaya Surabaya itu mengaku sengaja menyimpan dua legiun asingnya, Jose Varela dan Kaishu Yamazaki. Aji menuturkan hal itu bagian dari strateginya, agar mereka tampil lebih segar di paruh kedua.
"Tentunya yang saya lakukan itu bagian dari taktik yang saya mainkan, ketika mulai dari latihan di mana saya menginginkan kedua pemain ini masuk dalam kondisi fresh, ketika lawan sedikit kelelahan. Dan terbukti lebih mendominasi di babak kedua," beber Aji.
Sementara itu, kemenangan Laskar Sambernyawa yang sudah di depan mata sirna membuat pelatih Persis frustrasi. “Saya merasa frustrasi karena kita harus menang dan punya peluang menang, tapi di menit akhir kita kebobolan,” kata Leonardo Medina pada sesi jumpa pers usai laga.
Meski demikian, dia tetap memberikan apresiasinya pada para pemainnya yang telah berjuang dalam pertandingan. “Tapi anak-anak sudah tunjukkan performa yang bagus. Saya harus bekerja di mindset masalah fokus 90 menit,” pungkas Medina.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
