
Tawuran antar suporter selepas Derby Mataram.
JawaPos.com - Kericuhan terjadi di kawasan Prambanan seusai pertandingan derby Mataram antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo.
Laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (6/2/2026) itu berakhir imbang tanpa gol, namun tensi justru meningkat setelah peluit panjang dibunyikan.
Setelah selesai pertandingan keributan melibatkan dua kelompok suporter yang hingga kini belum diketahui berasal dari kelompok mana.
Kedua kubu terlihat saling kejar dan saling lempar di sekitar kawasan Prambanan, memicu kepanikan warga dan pengguna jalan yang melintas di jalur penghubung Yogyakarta–Klaten tersebut.
Insiden ini sangat disayangkan mengingat hubungan suporter PSIM dan Persis Solo sebelumnya sempat mencair dan mendeklarasikan perdamaian.
Pasca Tragedi Kanjuruhan, kedua kelompok suporter sepakat untuk meredam konflik dan membangun perdamaian yang kemudian dikenal dengan tagline “Mataram Islah”.
Kesepakatan itu selama ini menjadi simbol komitmen suporter di wilayah eks Kerajaan Mataram untuk menjaga sepak bola tetap aman dan damai.
Fakta di stadion pun menunjukkan semangat tersebut masih dijaga. Di salah satu sudut Stadion Sultan Agung, suporter PSIM membentangkan spanduk bertuliskan “Keep The Faith Bogi & Hanif”, sebagai bentuk dukungan kepada dua suporter Persis Solo yang ditangkap usai aksi demonstrasi pada Agustus 2025 lalu.
Selain itu, terlihat pula spanduk “Mataram Is Love” yang menampilkan logo klub-klub di wilayah Mataram, seperti Persiba Bantul, PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, dan Persis Solo.
Hingga kini, penyebab pasti kericuhan di Prambanan belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat.
Banyak pihak berharap insiden ini tidak merusak upaya panjang perdamaian yang sudah dirintis oleh kedua kelompok suporter.
Kericuhan tersebut juga berdampak langsung pada aktivitas warga. Arus lalu lintas sempat terganggu, terutama bagi para pekerja yang hendak masuk dan keluar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sebagian warga terpaksa memutar arah dan melewati jalan kampung agar tidak menjadi korban salah sasaran.
Meski pertandingan ini digelar tanpa kehadiran suporter tamu, ratusan pendukung Persis Solo dilaporkan mencoba datang ke stadion melalui jalur Gunungkidul.
Namun, upaya tersebut berhasil dihalau oleh aparat kepolisian. Seusai laga, sebagian suporter Persis Solo juga diketahui mencoba menjemput bus tim di kawasan Prambanan.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
