
Mihailo Perovic siap disulap jadi mesin gol baru Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya memang meraih dua kemenangan selama pra-musim, yaitu membungkam tuan rumah Australia Barat 0-2 dan mengalahkan PSS Sleman 1-0.
Namun, mencetak tiga gol dalam dua pertandingan, terutama saat hanya menang 1-0 atas PSS Sleman, tampaknya masih menjadi cerminan betapa mengkhawatirkannya barisan depan Persebaya musim depan.
Tak hanya itu, tiga gol yang tercipta kebanyakan bukan dicetak oleh penyerang murni. Dua gol dicetak oleh Francisco Rivera (gelandang tengah) dan Bruno Moreira (sayap kiri).
Hanya satu gol yang dicetak oleh penyerang murni, yaitu Rizky Dwi Pangestu. Itu pun terjadi karena sempat terkena pemain Australia Barat.
Maka tidak heran jika kapten tim, Bruno Moreira turut menyayangkan timnya gagal mencetak banyak gol saat menghadapi PSS Sleman.
“Kami memiliki banyak poin positif, tetapi tentu saja, kami masih memiliki banyak hal untuk ditingkatkan untuk liga. Kami berharap dapat terus meningkatkan diri untuk liga,” ujar Bruno seperti dikutip dari laman resmi I-League.
Kehilangan Flavio Silva bisa jadi berpengaruh bagi ketajaman Green Force dalam dua uji coba itu. Beruntung, pihak manajemen bisa segera menemukan penggantinya, yaitu Mihailo Perovic.
Selama pramusim, Perovic memang belum dimainkan sama sekali. Itu karena ia baru diperkenalkan sebagai pemain Persebaya saat laga menghadapi PSS Sleman 19 Juli lalu.
Pemain asal Montenegro itu bisa menjadi opsi strategis bagi skuad Green Force. Selain mumpuni sebagai penyerang tengah, ia bisa dimainkan sebagai sayap kanan dan juga second striker.
Mengutip dari Transfermarkt, posisi terbaiknya memang penyerang tengah. Selama bermain di posisi tersebut pada semua kompetisi dan klub yang pernah ia bela, Perovic mencetak 31 gol dan mencatatkan empat assist.
Lalu jika melihat dari kiprah terkininya, yaitu pada Liga Montenegro musim lalu, performanya juga relatif baik. Melansir dari Sofascore, pada periode 2024/2025 saat membela FK Jezero, ia mencetak 16 gol.
Tak hanya itu, Perovic juga memiliki prosentase akurasi passing yang mumpuni, yaitu 75 persen. Kemudian jika dirata-rata, di setiap pertandingan ia melepaskan 1,7 shoot, baik itu on target maupun melebar.
Kini dengan kondisinya yang sedang dalam usia emas (28 tahun), dan pengalamannya sebagai mesin gol di liga Eropa, tak heran jika Perovic dituntut untuk bisa menjadi penyerang produktif bagi Green Force.
Perovic tentu tidak akan bekerja sendiri. Ia akan saling bahu-membahu meningkatkan produktivitas gol Persebaya dengan penyerang lainnya, Rizky Dwi Pangestu, dan juga Malik Risaldi serta top skor klub musim lalu, Bruno Moreira.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
