Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Mei 2025 | 22.56 WIB

Bruno Fernandes Terancam Tinggalkan Manchester United, Hubungan Ruben Amorim dan Sir Jim Ratcliffe di Ujung Tanduk

Kapten Manchester United Bruno Fernandes. (AP Photo/Jon Super) - Image

Kapten Manchester United Bruno Fernandes. (AP Photo/Jon Super)

JawaPos.com - Drama di balik layar Old Trafford terus bergulir. Kali ini bukan hanya soal siapa yang datang atau pergi, tapi juga potensi perpecahan besar di pucuk kekuasaan Manchester United. Bruno Fernandes, sang kapten dan motor permainan Setan Merah, jadi titik api yang memanaskan relasi antara pelatih Ruben Amorim dan co-owner klub, Sir Jim Ratcliffe.

Di tengah godaan serius dari Al-Hilal dan situasi keuangan klub yang genting, Fernandes bisa saja dijual. Tapi jika itu terjadi, dampaknya bisa lebih besar dari sekadar kehilangan pemain—bisa memecah dua sosok penting di tubuh klub.

Musim 2024/2025 adalah bencana bagi Manchester United. Gagal lolos ke Liga Champions, kalah di final Liga Europa dari Tottenham, dan finis ke-15 di Premier League membuat klub kehilangan potensi pemasukan hingga £100 juta. Tak heran, Sir Jim Ratcliffe selaku pengendali baru urusan olahraga mulai menyusun strategi pemangkasan dan penjualan aset bernilai tinggi.

Nama paling menonjol? Bruno Fernandes.

Tapi di sisi lain, pelatih Ruben Amorim justru mati-matian ingin mempertahankan sang kapten. Ia yakin Fernandes adalah kunci utama dalam proyek kebangkitannya di musim depan. Perbedaan visi inilah yang dilaporkan bisa memicu keretakan serius antara pelatih dan manajemen.

Menurut laporan Daily Star, Sir Jim Ratcliffe tak akan ragu menjual Fernandes jika ada tawaran tinggi dari Al-Hilal. Klub asal Arab Saudi itu memang sedang ngebet memboyong bintang Portugal tersebut dan kabarnya sudah melakukan pembicaraan positif dengan agen Fernandes pekan ini.

Dari sisi bisnis, menjual pemain berusia 30 tahun dengan harga di atas £80 juta jelas menggoda. Nilai pasar Fernandes akan terus menurun seiring usia, dan klub tengah butuh pemasukan cepat.

Namun, Ruben Amorim punya pandangan berbeda. Ia melihat Fernandes bukan sekadar angka di neraca keuangan, tapi sebagai otak serangan dan pemimpin lapangan. Dalam musim yang buruk sekalipun, Fernandes tetap bersinar: 19 gol dan 20 assist dari 57 laga di semua kompetisi.

Dalam pernyataannya usai laga uji coba melawan Hong Kong, Amorim masih berharap Fernandes bertahan.

“Kami bisa dapat uang dari cara lain. Saya pelatih, tentu saya ingin dia bertahan. Setiap kali saya bicara dengannya, saya rasa dia masih ingin di sini,” ujar Amorim.

Masalahnya, keputusan terakhir bisa saja ada di tangan Ratcliffe. Dan jika ia memaksakan penjualan, laporan menyebut Amorim bisa “seething”—alias murka besar. Hubungan kerja mereka pun terancam renggang hanya dalam hitungan minggu sejak proyek baru MU dimulai.

Bruno Fernandes sendiri tidak menutup kemungkinan hengkang. Dalam wawancara setelah kekalahan dari Spurs di final Liga Europa, ia menyebut dirinya siap pergi jika merasa tak lagi bisa membawa tim ke level lebih tinggi.

“Kalau saya tak bisa bawa klub ini lebih jauh, saya siap pergi,” kata Fernandes waktu itu.

Namun, ini bukan soal keinginan pribadi semata. Ini tentang pertarungan visi antara manajer yang ingin membangun ulang MU secara teknis, dan pemilik yang fokus memperbaiki neraca keuangan dengan cara paling efisien.

Sementara itu, MU sebenarnya punya opsi pemasukan lain: menjual pemain muda bernilai tinggi seperti Alejandro Garnacho, Joshua Zirkzee, atau Kobbie Mainoo. Bahkan pelepasan kontrak pemain senior seperti Christian Eriksen, Victor Lindelof, dan Jonny Evans bisa memberikan ruang gaji cukup besar.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore