Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 06.43 WIB

Bom Waktu Manchester United Mulai Berdetak! Sir Jim Ratcliffe Ancam Mundur Jika Diperlakukan Seperti Malcolm Glazer

Sir Jim Ratcliffe, pemilik Manchester United. (Ash Donelon/Manchester United via Getty Image) - Image

Sir Jim Ratcliffe, pemilik Manchester United. (Ash Donelon/Manchester United via Getty Image)

JawaPos.com - Sir Jim Ratcliffe, pemilik minoritas Manchester United, mengungkapkan bahwa dirinya akan mempertimbangkan untuk meninggalkan klub jika menerima perlakuan kasar seperti yang dialami oleh keluarga Glazer. Pernyataan ini muncul di tengah kritik yang semakin tajam terhadap kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pengusaha asal Inggris tersebut.

Sejak menyelesaikan pembelian 27,7% saham Manchester United dari keluarga Glazer pada tahun 2023, Ratcliffe dan kelompok usahanya, INEOS, telah melakukan berbagai perubahan besar di klub. Beberapa kebijakan yang diterapkan tidak populer di kalangan suporter, seperti pemutusan hubungan kerja bagi ratusan karyawan serta kebijakan pemotongan biaya secara besar-besaran. Langkah ini diambil setelah Ratcliffe mengungkapkan bahwa klub berada di ambang pelanggaran aturan Profit and Sustainability dari Premier League.

Selain itu, Manchester United juga mengumumkan rencana ambisius untuk meninggalkan Old Trafford dan membangun stadion baru berkapasitas 100.000 penonton. Proyek regenerasi ini diperkirakan menelan biaya sekitar GBP 2 miliar atau setara dengan Rp40 triliun. Keputusan ini memicu berbagai reaksi, dengan sebagian besar suporter merasa kehilangan ikatan emosional dengan stadion bersejarah tersebut.

Ratcliffe Tidak Menutup Kemungkinan Mundur

Dalam wawancaranya dengan The Times, Ratcliffe mengungkapkan bahwa ia masih bisa bertahan untuk sementara waktu menghadapi kritik dan ketidakpuasan dari para penggemar. Namun, jika serangan terhadapnya semakin intens dan mencapai level yang sama seperti yang dialami keluarga Glazer, ia tidak menutup kemungkinan untuk meninggalkan klub.

"Saya bisa menahannya untuk sementara waktu. Saya mengerti bahwa tidak ada yang senang melihat Manchester United dalam kondisi seperti sekarang. Tidak ada yang suka dengan keputusan-keputusan sulit yang harus kami buat saat ini," ujar Ratcliffe.

"Jika saya menjadi sasaran amarah dan kebencian, saya bisa menerimanya. Tapi saya juga manusia biasa, dan ini juga berdampak pada keluarga serta teman-teman saya. Jika kritik mencapai tingkat yang sama seperti yang dialami keluarga Glazer, maka saya mungkin akan berkata, 'Cukup, biarkan orang lain yang mengurus klub ini.'"

Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga Glazer kini telah menarik diri dari sorotan publik, bahkan mereka jarang terlihat menghadiri pertandingan Manchester United. "Mereka tidak bisa datang ke pertandingan. Mereka sekarang lebih banyak bersembunyi di balik bayangan. Jadi sekarang semua kritik diarahkan kepada saya. Mereka hanya mengatakan, 'Terima kasih, Jim. Kamu sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa,'" tambahnya.

Ratcliffe juga menyatakan bahwa saat ini ia tidak memiliki pengamanan khusus saat beraktivitas di tempat umum, namun ia menyadari bahwa jika situasi semakin memburuk, hal itu bisa menjadi kebutuhan. "Saya tidak perlu keamanan khusus saat ini, tetapi jika harus sampai ke tahap itu, maka itu akan menghilangkan kesenangan dalam mengelola klub ini," katanya.

Dampak Kebijakan Ratcliffe terhadap Klub dan Suporter

Para suporter Manchester United telah lama menggelar berbagai bentuk protes terhadap keluarga Glazer sejak mereka mengambil alih kepemilikan penuh klub pada 2005. Bahkan, sebelum pertandingan Premier League melawan Arsenal pekan lalu, terjadi demonstrasi besar-besaran menuntut perubahan kepemilikan klub.

Salah satu faktor utama yang memicu kemarahan suporter adalah utang besar yang membebani klub. Saat ini, Manchester United memiliki total utang lebih dari GBP 1 miliar, termasuk GBP 300 juta yang masih harus dibayarkan untuk biaya transfer pemain seperti Jadon Sancho, Casemiro, Antony, Rasmus Hojlund, Lisandro Martinez, dan Andre Onana.

Tidak hanya kesalahan dalam rekrutmen pemain, Ratcliffe juga mengakui bahwa ia seharusnya tidak memberikan Erik ten Hag kesempatan tambahan untuk bertahan sebagai pelatih kepala. Keputusan ini menyebabkan Ruben Amorim harus mewarisi skuad yang tidak sepenuhnya cocok dengan sistem permainannya.

Meski demikian, Amorim berusaha melakukan perubahan dengan membawa dua pemain baru di bursa transfer Januari lalu, yaitu Patrick Dorgu dan Ayden Heaven. Kedua bek muda ini telah menunjukkan potensi besar, dan diharapkan bisa menjadi bagian penting dari skuat dalam jangka panjang.

Namun, dengan posisi Manchester United yang masih tertahan di peringkat ke-14 Premier League, baik Amorim maupun Ratcliffe menyadari bahwa hasil saat ini jauh dari harapan. Target utama mereka kini adalah membangun tim yang lebih kompetitif untuk musim depan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore