
Jude Bellingham. (Dok. Instagram/@realmadrid)
JawaPos.com - Rumor yang tengah beredar mengenai keretakan hubungan Jude Bellingham dengan bos Inggris Thomas Tuchel hanyalah "badai dalam cangkir teh", menurut mantan bek Birmingham City Curtis Davies.
Peran gelandang Real Madrid dalam skuad Three Lions itu memang sudah menjadi gosip hangat akhir-akhir ini.
Bellingham tak turut dibawa oleh Thomas Tuchel dalam pertandingan internasional pada Oktober karena ia baru saja pulih dari cedera bahu yang dideritanya di awal musim. Pemain berusia 22 tahun itu kemudian dipanggil kembali untuk kualifikasi Piala Dunia minggu lalu. Ia masuk dari bangku cadangan melawan Serbia, sebelum kembali ke susunan pemain inti saat bentrok Albania.
Akan tetapi, reaksi Bellingham saat digantikan pada pertandingan terakhir menyebabkan Tuchel memperingatkannya bahwa ia harus "menerima dan menghormati" keputusannya.
Pelatih Inggris itu sebelumnya juga dikabarkan menyebut perilaku Bellingham di lapangan dengan "memuakkan", dan ini kian menegaskan keyakinan bahwa ada keretakan di antara keduanya.
Namun, Davies, yang bermain untuk Birmingham saat Bellingham masuk usai menempuh pendidikan di akademi klub tersebut antara tahun 2011 dan 2013, berpikir media telah membesar-besarkan situasi ini secara tidak proporsional.
"Saya pikir ini seperti badai dalam cangkir teh," ujarnya kepada Stats Perform. "Karena Inggris telah bermain bagus dan tim nasional Inggris tidak pernah gagal, perlu ada cerita, dan saya pikir Jude Bellingham adalah sebuah cerita," ungkapnya.
"Kami bicara soal dia yang tidak masuk skuad terakhir. Dia cedera. Dia baru pulih dari cedera bahu dan baru bermain sekitar dua pertandingan, jadi pada akhirnya, saya rasa itu semua cuma omongan media," jelasnya.
Davies juga berkata, "Itu wajar saja, dia memang terlahir sebagai pemenang, dia ingin bermain di lapangan itu. Menurut saya, Inggris dan tim mana pun akan lebih baik jika ada Jude Bellingham di dalamnya."
