
Gelandang serang Portugal Bruno Fernandes. (Carlos Costa/AFP)
JawaPos.com–Pelatih Portugal Roberto Martinez mengungkapkan kekecewaan usai timnya menelan kekalahan 0-1 dari Denmark dalam leg pertama perempat final Nations League. Martinez bahkan menyebut performa Portugal di laga ini sebagai yang terburuk dalam dua tahun terakhir.
Portugal kesulitan menciptakan peluang di Parken Stadium, Kopenhagen. Kini harus membalikkan defisit tipis saat melakoni leg kedua pada Minggu (23/3). Gol tunggal dari Rasmus Hojlund di menit-menit akhir menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Sejatinya, Denmark bisa saja unggul lebih awal andai Christian Eriksen tidak gagal mengeksekusi penalti di babak pertama. Portugal menghadapi gempuran 23 tembakan dari Denmark, dengan sembilan di antaranya tepat sasaran. Kiper Diogo Costa sempat tampil kurang meyakinkan di awal laga, tetapi kemudian berhasil menjaga skor tetap ketat.
Sebaliknya, Portugal hanya mampu menciptakan delapan tembakan dengan total expected goals (xG) 0,51. Kiper Denmark Kasper Schmeichel hanya dua kali mendapat ancaman berarti sepanjang laga. Meski demikian, Portugal tetap mendominasi penguasaan bola dan lebih unggul dalam duel, memenangkan 34 duel dibandingkan Denmark yang hanya 29.
Namun, penguasaan bola yang dominan tidak dibarengi dengan efektivitas. Portugal justru kehilangan bola sebanyak 103 kali sepanjang pertandingan. Enam pemain bahkan mencatatkan kesalahan individu dengan kehilangan bola lebih dari 10 kali.
Gelandang Portugal Bruno Fernandes mengakui bahwa timnya tampil kurang agresif dan gagal memanfaatkan ruang yang diberikan Denmark. Hasil ini harus menjadi pelajaran penting bagi tim sebelum menghadapi leg kedua.
”Kami memiliki tim yang sangat berpengalaman sekaligus muda. Kami sadar akan kapasitas kami, jadi ini bukan hal yang terlalu mengkhawatirkan, tapi jelas menjadi pelajaran berharga untuk laga selanjutnya,” ujar Fernandes.
Dia menyoroti kelemahan Portugal dalam laga ini, terutama dalam hal agresivitas dan pemanfaatan ruang yang diberikan lawan
”Saya pikir kami kurang agresif. Kami tidak memanfaatkan ruang yang diberikan Denmark. Kami terlalu fokus pada penguasaan bola dan justru lupa untuk lebih memanfaatkan kecepatan Pedro Neto dan Rafael Leao dalam situasi satu lawan satu di lini depan,” ungkap dia.
Portugal kini menghadapi tantangan berat untuk membalikkan keadaan di leg kedua yang akan berlangsung di kandang mereka. Martinez tentu harus menemukan solusi agar timnya bisa tampil lebih tajam dan tidak mengulang kesalahan di pertandingan berikutnya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
