
Gol indah Eric Cantona.
JawaPos.com - Piala FA sudah memasuki putaran ketiga dan mulai memainkan pertandingan-pertandingan untuk kontestan Premier League. Kompetisi tertua sepakbola di seluruh dunia itu jadi kompetisi mayor yang diperebutkan seantero klub-klub di Inggris dan Wales.
Sisi prestisius Piala FA memang masih kalah dibanding dengan liga domestik namun status pemenang Piala FA berhak untuk tampil di kompetisi pramusim Community Shield yang akan bertanding melawan jawara liga domestik.
Pemenang Piala FA juga berhak untuk membawa klub tersebut berlaga di kompetisi Eropa kasta kedua, Europa League. Edisi terbaru musim 2023-24 pemenang Piala FA yaitu Manchester United saat ini berhak mewakili Inggris di Europa League bersama peringkat kelima di liga domestik.
Kesuksesan tersebut buah dari kemenangan dramatis bertajuk Derby Manchester di laga final kontra Manchester City dengan skor 2-1. Hasil tersebut seolah membalas kekalahan Setan Merah di laga yang sama musim sebelumnya.
Dikutip dari situs resmi federasi sepakbola Inggris, FA, perhelatan Piala FA sudah berjalan sejak tahun 1872. Pemenang edisi pertama yaitu klub Wanderers yang menang 1-0 atas lawannya, Royal Engineers. Sepanjang dilaksanakannya Piala FA, Arsenal jadi klub tersukses yang mampu meraih 14 trofi dan 7 kali posisi kedua. Manchester United jadi klub tersukses kedua dengan perolehan 13 kali juara dan 9 kali kalah di final.
Pertandingan Piala FA menyajikan alternatif lain dari hiburan menyaksikan pertandingan sepakbola selain dari Premier League. Tercatat beberapa gol-gol cantik berhasil dilesakkan pemain-pemain legendaris medio 1990-an.
Sederetan nama-nama pencetak gol tersebut mungkin sudah asing bagi penikmat sepakbola sekarang, namun tidak ada salahnya untuk kembali bernostalgia. Tiga nama pencetak gol tercantik Piala FA era tahun 90-an yaitu:
1. Roberto Di Matteo (Chelsea 2-0 Middlesbrough, 1997)
The Blues Chelsea melaju ke babak final dan menantang Middlesbrough dalam perebutan Piala FA tahun 1997. The Blues berhasil keluar sebagai kampiun setelah mengandaskan perlawanan lawannya dengan skor meyakinkan 2-0. Satu gol yang dicetak Roberto Di Matteo dari luar kotak penalti tanpa ampun merobek jala gawang The Boro sebagai gol pembuka. Gelandang berkebangsaan Italia itu juga sukses sebagai pelatih ketika membawa klub yang dibelanya menjuarai Liga Champions tahun 2012.
2. Alan Shearer (Newcastle United 2-0 Tottenham, 1999)
Gol tercantik kedua datang dari penyerang ganas timnas Inggris saat itu, Alan Shearer. Pemain dengan catatan gol terbanyak di Premier League itu melepaskan tembakan terukur di ujung kanan atas gawang Spurs. Skor 2-0 menjadi hasil akhir pertandingan tersebut dan membawa The Magpies melaju ke babak final. Sayangnya, mereka harus takluk di partai pamungkas dari Manchester United dengan skor 2-0 dan menjadi tahun bersejarah bagi The Red Devils yang meraih treble di musim tersebut.
3. Eric Cantona (Manchester United 1-0 Liverpool, 1996)
Gol tercantik selanjutnya diciptakan penyerang flamboyan milik Setan Merah, Eric Cantona. Laga final Piala FA antara Manchester United dan Liverpool itu digelar di Wembley dan jadi saksi satu-satunya gol dari Cantona. Sepakan pojok MU berhasil diantisipasi barisan pertahanan Liverpool, namun bola liar yang datang tak disia-siakan legenda hidup itu dan mengunci gelar Piala FA atas rival abadinya tersebut.
