
Wajah Otavio Dutra tengah di scan guna ketepatan dalam pemasangan topeng di Rumah Sakit Universitas Airlangga (24/5/2019). (Media Persebaya)
JawaPos.com — Otávio Dutra adalah salah satu pemain ikonik Persebaya Surabaya yang pernah mengenakan nomor punggung 5. Pada Liga 1 Indonesia 2019, ia mencatatkan kisah unik saat bermain dengan facemask atau topeng pelindung di wajahnya.
Peristiwa itu terjadi pada 24 Mei 2019 setelah Otávio Dutra mengalami cedera serius di hidung. Cedera ini terjadi saat laga uji coba Jogo Suroboyo Game melawan Persela Lamongan, di mana ia juga berhasil mencetak gol pembuka pada menit kedelapan.
Dutra mengalami benturan keras yang menyebabkan fracture atau patah tulang di hidungnya. Meski harus keluar lapangan karena cedera, Persebaya Surabaya tetap memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.
Keesokan harinya, bek asal Brasil itu langsung menjalani prosedur medis berupa reposisi dan fiksasi pada hidungnya. Setelah perawatan intensif, Dutra membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama untuk bisa kembali ke lapangan.
Pada 24 Mei 2019, ia terlihat di Rumah Sakit Universitas Airlangga untuk melakukan fitting facemask khusus. Pelindung wajah tersebut dirancang untuk melindungi hidungnya yang masih bengkak dan belum sepenuhnya pulih.
Meskipun masih merasakan nyeri dan kesulitan bernapas, Dutra tetap optimistis bisa segera kembali bermain. "Puji Tuhan sudah lebih baik meski ada rasa tidak enak di hidung yang bengkak," ungkapnya Otavio Dutra kala itu dikutip dari laman resmi klub.
Bek yang kini berusia 41 tahun itu menegaskan facemask tersebut sangat membantunya agar tetap bisa tampil di lapangan. Ia bahkan mengaku sudah tidak sabar untuk segera kembali memperkuat Green Force.
“Saya juga masih merasa pusing dan sedikit kesulitan bernapas. Semoga dalam beberapa minggu ke depan saya sudah mulai sembuh. Ini tadi fitting facemask. Ini bagus dan memang perlu dipakai,” imbuh Dutra.
Dutra merencanakan penggunaan facemask ini selama kurang lebih tiga bulan ke depan. Selama periode tersebut, ia tetap berlatih keras untuk memulihkan kondisi fisiknya.
Namun, Dutra juga menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru untuk bermain. Ia ingin memastikan kondisinya benar-benar siap sebelum kembali membela Persebaya Surabaya.
Sesuai jadwal kala itu, Persebaya Surabaya akan menjamu PSIS Semarang pada 30 Mei 2019. Kala itu Dutra belum bisa memastikan apakah dirinya akan tampil dalam laga tersebut.
"Saya akan mengenakan facemask ini untuk tiga bulan ke depan. Saya ingin segera kembali latihan, saya sudah rindu membela Persebaya," tegasnya. Dutra berharap bisa segera pulih sepenuhnya dan membantu Persebaya Surabaya meraih prestasi.
Ia juga menyampaikan pesan kepada Bonek, pendukung setia Persebaya Surabaya, agar tidak khawatir dengan kondisinya. Dukungan dari Bonek menjadi salah satu motivasi besar bagi Dutra untuk segera kembali ke lapangan.
"Tidak lama lagi (merumput). Saya menjalani proses pemulihan. Saya juga berharap agar Bonek terus mendukung dan memberi motivasi kepada pemain-pemain Persebaya. Itu penting bagi pemain, agar mereka bisa tampil tenang dan memberi kemampuan terbaiknya," ujar Dutra dengan penuh semangat.
Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan moral yang diberikan oleh para suporter.
