JawaPos.com - Badan Bank Tanah dinilai memiliki dampak yang signifikan dalam mendukung pembangunan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sebab, Developer menilai Bank Tanah mampu membuat sistem pembayaran yang menguntungkan dan posisi tanah yang strategis.
Direktur PT Asatu Realty Asri Yudi Irawan menuturkan, pihaknya mendapatkan lahan seluas 4,2 hektar dari lelang Bank Tanah. Tanah yang terletak di Kendal, Jawa Tengah tersebut diperuntukkan membangun rumah bagi MBR.
"Kami merasakan sendiri banyak keuntungan dengan hadirnya Bank Tanah," jelasnya.
Yang pertama, Bank Tanah memberikan waktu pembayaran secara tempo. Tidak serta merta setelah memenangkan lelang harus dilunasi.
"Tapi ada tempo yang meringankan, kami pengusaha jadi bisa mengatur untuk berbagai keperluan," ujarnya.
Lalu, kedua soal lokasi lahan yang strategis. Menurutnya, Bank Tanah telah memiliki data berbagai tanah yang akan dilelang. Dari luas, letak dan sebagainya.
"Jadi semua terbuka bisa diakses," paparnya dalam kegiatan Tinjauan lokasi HPL Bank Tanah untuk Perumahan MBR di Kendal.
Dia mengatakan, bisa dilihat sendiri lokasi tanah yang sedang dibangun perumahan MBR, di sebelah itu terdapat perumahan premium dengan harga miliaran. "Artinya di Bank Tanah bisa mendapat tanah yang sangat strategis. Perumahan subsidi bisa memiliki lokasi di perumahan komersil," jelasnya.
Salah satu yang perlu dipahami terkait status kepemilikan tanah, karena status lahan dari Bank Tanah sedikit berbeda. Tanah dari Bank Tanah ini hak guna bangunan (HGB) di atas hak pengelolaan lahan (HPL).
"Tapi sosialisasinya sangat jelas, nanti bisa jadi SHM setelah 10 tahun. Ini kami sosialisasikan juga ke masyarakat," terangnya.
Dia mengatakan, tantangan soal status lahan itu sudah teratasi. Hanya perlu meningkatkan pemahaman masyarakat.
"Nanti juga sudah jadi biasa saat masyarakat sudah paham," jelasnya.