Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Januari 2024 | 05.12 WIB

Terima Keluhan Petani Tebu Soal Impor Gula, Ganjar Pastikan Bakal Utamakan Produk Dalam Negeri

Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo berdialog dengan petani tebu di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1). - Image

Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo berdialog dengan petani tebu di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1).

 
JawaPos.com - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo berdialog dengan petani tebu di Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (12/1). Dalam kesempatan itu, Ganjar membahas mengenai impor gula yang dianggap berlebihan.
 
Salah seorang petani tebu M Yahya Solahuddin, mengatakan kepada Ganjar alangkah baiknya sebelum melakukan kebijakan impor gula terlebih dahulu melihat stok gula yang ada di tanah air.
 
“Yang harus diperhatikan adalah jumlah, kadang-kadang kita ini jumlahnya di dalam negeri sudah ada gulanya petani katakanlah 3 juta, itu kebutuhan kita 5 juta. Biasanya pemerintah itu ngeimport lagi kadang-kadang 5 juta lagi. Nah kan yang 5 juta itu enggak masuk itungan,” ujar Yahya saat berdialog dengan Ganjar.
 
Menurut Yahya, para petani meminta kepada Ganjar bila nantinya menjadi Presiden bisa mengendalikan kebijakan impor gula, supaya petani tebu tidak mengalami kerugian.
 
“Mangkanya kalau mau impor itu dilihat dulu kebutuhannya berapa, yang ada di Indonesia itu berapa, sehingga tidak over dan berlebihan,” jelas Yahya.
 
Mendapatkan keluhan tersebut, Ganjar menyatakan dirinya akan selalu mengutamakan produk dalam negeri dan tidak harus serta merta melakukan impor.
 
“kalau impor gula itu tebu petaninya dibeli dulu. Jangan sampai kemudian kebutuhannya lebih berat kepada impor maka kita tidak akan pernah mandiri,” ucap Ganjar.
 
Ganjar mengutarakan, keluhan terkait impor produk pangan kerap didapatkannya kala berdialog dengan petani di sejumlah wilayah Indonesia. Sehingga ke depannya Indonesia akan menghadirkan sebuah kebijakan yang berpihak kepada para petani.
 
“Jadi itu catatan penting, berapa neracanya dan kita akan coba baca untuk bisa mencarikan solusi menyeimbangkan ini sehigga petani dalam negeri mendapatkan tempat yang utama,” tegas Ganjar.
 
Selain itu, Ganjar mengakui mendapatkan keluhan lainnya mengenai benih bagi petani tebu yang sulit didapatkan. Dan satu lagi, persoalan pupuk pun masih menjadi pembahasan kala bertemu dengan petani.
 
“Pupuk. Lagi-lagi problem pupuk problem nasional yang perlu diperhatikan. Alokasinya  jauh dari cukup, bahkan kalau kita hitung tadi alokasinya hanya 1/3 saja,” pungkas Ganjar. 
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore