Capres Ganjar Pranowo menyaksikan puluhan anak-anak di Sumatera Utara memberikan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina
JawaPos.com - Bacapres, Ganjar Pranowo menyaksikan puluhan anak-anak di Sumatera Utara memberikan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina. Menurut Ganjar, dukungan itu menunjukkan kepeduliaan terhadap rakyat Palestina dalam konteks sesama warga dunia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.
Anak-anak itu menunjukkan dukungannya pada perdamaian Palestina pada saat Ganjar bersilaturahmi dengan Paguyuban Keluar Besar Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) di Desa Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (11/11).
"Setidaknya anak-anak peduli, anak-anak paham, mengerti. Bagian dari bagaimana kita mengasah kepekaaan sesama warga dunia dan tentu ada solidaritas," kata Ganjar.
Menurutnya, ada berbagai cara dukungan untuk mendukung Palestina, termasuk yang dilakukan oleh anak-anak tersebut. Namun lebih dari itu, Ganjar menilai tindakan dukungan dari anak-anak itu bisa mengasah kepekaan sosial sehingga terwujud keadilan sosial dan penghapusan penjajahan di dunia.
"Meskipun dengan cara yang mereka ekspresikan sesuai dengan pikirannya, tapi mereka peduli, tapi kita bisa mendorong anak-anak punya nilai kemanusiaan yang adil dan beradab," imbuhnya.
Ganjar sendiri secara tegas mendukung kemerdekaan Palestina. Dia ingin Indonesia berada digaris terdepan dalam memperjuangkan rakyat Palestina. Dia menyatakan Indonesia menganut politik luar negeri yang bebas aktif, sehingga inisiatif memperjuangkan kemerdekaan Palestina bisa dilakukan.
"Penyelesaian politik harus dilakukan dan suka tidak suka, mau tidak mau harus ada yang menginisiasi. Saya kira Indonesia punya kesempatan itu. Maka sekarang dalam konteks politik bebas aktif kita hari ini harus menginisiasi," kata Ganjar.
Ganjar juga dengan tegas mengutuk perang karena akan membawa penderitaan kepada rakyat. Ia menyoroti dampak buruk perang, terutama terhadap anak-anak dan perempuan yang sering kali menjadi korban.
"Perang hanya akan mengakibatkan bencana dan penderitaan. Nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas utama," ucap Ganjar. (*)