Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Maret 2017 | 23.25 WIB

Pembelajaran Musik Pelajar Kota Delta, Memahami Budaya Luar lewat Lagu

BERBAHASA ARAB: Rizki Indah Safitri (dua dari kiri) berlatih bersama grup musik banjari SMAN 1 Porong, Tanwirul Qulub. - Image

BERBAHASA ARAB: Rizki Indah Safitri (dua dari kiri) berlatih bersama grup musik banjari SMAN 1 Porong, Tanwirul Qulub.

Kamis (9/3) kita memperingati Hari Musik Nasional (HMN). Tanggal tersebut dipilih bersamaan dengan lahirnya W.R. Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Begitu pentingnya musik hingga tidak pernah lepas dari dunia pendidikan, termasuk pelajar di Kota Delta.



SUARA Rizki Indah Safitri melengking saat menyanyikan lagu berbahasa Arab berjudul Maula Yaa Inni. Siswi kelas XI IPA 2 tersebut mengalunkannya di salah satu ruangan SMAN 1 Porong. Lagu itu menjadi salah satu andalan grup musik banjari SMAN 1 Porong, Tanwirul Qulub.


Rizki menyatakan, menyanyi menggunakan bahasa Arab butuh keterampilan khusus. Makhrajnya harus benar. Dia juga wajib paham arti liriknya agar bisa meresapi makna lagu. Sebagai vokalis, pikiran dan perasaan pun harus fokus menyelaraskan suara dengan dendangan musik banjari yang mengiringi. ’’Untungnya saya pernah belajar qiraah, jadi untuk belajar menyanyi bahasa Arab lebih mudah,’’ katanya Senin (6/3) sebelum berlatih bersama grup banjari.


Rizki menambahkan, dirinya banyak mendapat hikmah kala bergabung dengan grup banjari. Selain bisa bertemu teman yang hobi jenis musik yang sama, pikirannya jadi lebih fresh. Bahkan, fokusnya jadi lebih terlatih. Dampaknya, dia lebih bersemangat saat mengikuti pelajaran di kelas. ’’Selain yang menyanyi, seluruh anggota banjari dapat banyak pembelajaran,’’ ujar Ketua Tanwirul Qulub SMAN 1 Porong Mochammad Rendy Firmansyah.


Menurut dia, bukan hanya kemampuan bermusik yang meningkat. Soft skill seperti berkoordinasi, komunikasi, disiplin, serta percaya diri juga terkerek. Rendy mencontohkan, semua anggota harus disiplin saat berlatih. Apalagi, jumlah siswa yang bergabung sekitar 20 anak.


Saat tampil mereka juga tidak boleh setengah-setengah. Anggota banjari wajib percaya diri. Mereka kerap diundang pihak Kecamatan Porong. ’’Latihan biasanya setiap Selasa sepulang sekolah atau saat menjelang tampil,’’ jelas siswa kelas XI IPA 2 itu.


Belajar musik dengan nuansa budaya dan bahasa Jepang juga dilakukan siswa SMAN 1 Porong. Mereka membentuk ekstrakurikuler (ekskul) Nihongo Korabu. Para anak didik belajar musik yang bertempo rancak, kostum, hingga lagu berbahasa Jepang. ’’Selain mempelajari budaya dan bahasa, kami belajar lewat dance cover Jepang,’’ papar salah satu anggota Nihongo Korabu, Bhilqis Nabila.


Bhilqis menambahkan, salah satu manfaatnya adalah tubuh jadi lebih sehat. Sebab, mereka menampilkan musik rancak dengan gerakan cepat dan lincah. Selain itu, para siswa berlatih mengucapkan bahasa Negeri Sakura melalui lagu. ’’Memang awalnya sulit. Tapi, kalau dilatih terus, jadi lebih mudah,’’ papar Bhilqis.


Menurut vokalis di ekskul Nihongo Korabu tersebut, memadukan tari sambil bernyanyi lumayan sulit. Namun, dia merasa kolaborasi itu bukan masalah. Rutinitas latihan dan pentas justru menjadi pelepas jenuh. Keceriaan musik Jepang menambah semangat tersendiri. ’’Sudah banyak lagu yang kami cover. Lagu-lagu anak muda Jepang,’’ ucap siswi kelas XII IPA 3 itu.


Kepala SMAN 1 Porong Ristiwi Peni mengatakan, pihaknya mendukung pembelajaran terkait dengan minat dan bakat para anak didik. Pihak sekolah pun menjadwalkan latihan masing-masing kegiatan. Apalagi, banyak manfaat yang didapat pelajar.


Tidak hanya bernuansa Arab dan Jepang, pembelajaran musik lain juga banyak. Misalnya, kelompok paduan suara, ekskul musik patrol yang kerap berkolaborasi dengan ekskul tari, hingga sejumlah band yang diikuti siswa SMAN 1 Porong.


Menurut psikolog RSUD Kabupaten Sidoarjo Elok Kartika Sari, peran musik sangat penting bagi pelajar. Bahkan, musik bisa menjadi solusi dari setiap masalah bagi pelajar. ’’Musik itu bisa memberikan pengaruh secara psikis,’’ ungkapnya.


Contohnya, musik menjadi salah satu mood booster bagi siswa. Terutama musik-musik yang sesuai dengan minat mereka. ’’Musik yang diinginkan dan sesuai dirinya akan lebih berpengaruh,’’ tuturnya.



Selain itu, musik bisa menurunkan kecemasan. Bagi pelajar, misalnya. Musik bisa menurunkan kecemasan terhadap pelajaran tertentu. ’’Waktu mendengarkan musik, hatinya jadi lebih tenang,’’ ucapnya. (uzi/c15/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore