
Potret sirine mobil ambulance, yang memiliki perbedaan jenis suara menyesuaikan kondisi kedaruratan (Cottonbro Studio/Pexels.com)
JawaPos.com - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Republik Indonesia memberikan respons cepat terkait aspirasi masyarakat mengenai penggunaan strobo dan sirine yang sempat viral di media sosial.
Polemik ini mencuat karena banyak kendaraan pribadi maupun instansi non-berwenang menggunakan perlengkapan tersebut sehingga menimbulkan keresahan di jalan raya.
Dalam beberapa waktu terakhir, warganet ramai membicarakan maraknya penggunaan lampu strobo dan sirine oleh kendaraan yang tidak termasuk dalam kategori prioritas.
Ketidaknyamanan masyarakat yang terganggu dengan suara sirine dan kilatan lampu strobo itu, kini sedang viral di media sosial, dengan gerakan bertanda pagar atau tagar "Stop tut, tut, wuk, wuk".
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara lain karena menimbulkan kebingungan di jalan.
Terkait hal ini Korps Lalu Lintas (Korlantas) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa pihaknya mendengar aspirasi masyarakat dan akan mengambil langkah tegas sekaligus solutif.
Bahkan langsung merespons dengan membekukan penggunaan sirine dan lampu strobo bagi anggota Satlantas yang bertugas mengawal kendaraan pejabat, kecuali untuk kepentingan-kepentingan khusus yang memang mendesak.
Sesuai PP No 43 Tahun 1993, Pasal 65, ayat 1, disebutkan ada beberapa pihak yang wajib didahulukan atau diprioritaskan saat di jalan, yakni kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulans yang mengangkut orang sakit, kendaraan untuk memberi pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
Selain itu juga kendaraan kepala negara (presiden dan wakil presiden) atau pemerintah asing yang menjadi tamu negara, iring-iringan pengantar jenazah, konvoi, pawai atau kendaraan orang cacat, dan kendaraan yang penggunaannya untuk keperluan khusus atau mengangkut barang-barang khusus.
Kata Pakar Keselamatan
Bahkan Jusri Pulubuhu sebagai Training Director sekaligus Founder dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menanggapi sebagai seorang pakar safety. Menurutnya fenomena STOP TOT..TOT TOT ..WUK WUK saat ini merupakan sebuah respon sosial yang cukup wajar mengingat kondisi lalu lintas di Indonesia yang padat dan kompleks (Rasio Jumlah Kendaran vs Panjang Jalan, Pemahaman yang kurang, Kondisi Infrastruktur, Dll).
Namun ada beberapa sudut pandang yang bisa diangkat yang pertama adalah aspek keselamatan, karena lampu strobo yang terlalu terang dan sirine keras bisa mengganggu konsentrasi pengendara lain. Selain itu representasi intimidasi dan menyebabkan kecemasan/kepanikan/stress mendadak sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan.
Hal ini akan membahayakan pengguna jalan yang sensitif terhadap cahaya atau suara (misalnya pengidap epilepsi). Gerakan ini menekankan bahwa keselamatan bersama lebih penting daripada privilege sebagian pengguna jalan.
Dalam sudut pandang kedua adalah aspek hukum dan keadilan karena aturan resmi sebenarnya sudah jelas: Strobo dan sirine hanya boleh dipasang dan digunakan oleh kendaraan tertentu (ambulans, pemadam kebakaran, polisi, dan kendaraan dinas tertentu).
Banyak kasus penyalahgunaan oleh kendaraan pribadi atau pejabat yang tidak dalam keadaan darurat. Masyarakat merasa aturan ini sering dilanggar, sehingga gerakan ini menjadi bentuk kontrol sosial terhadap ketidakadilan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022