Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Maret 2025 | 15.15 WIB

Awas Water Hammer! Ini Alasan Paling Kuat Kenapa Mobil Habis Kebanjiran Nggak Boleh Langsung Dinyalakan

Ilustrasi: Mobil menerjang banjir. (Suzuki). - Image

Ilustrasi: Mobil menerjang banjir. (Suzuki).

JawaPos.com - Banjir melanda sejumlah titik di Jabotabek pada Selasa (4/3). Bencana yang terus berulang ini menyebabkan jalanan, perumahan, area ruko dan perkantoran terendam dengan ketinggian lebih dari satu meter.

Akibatnya, mobil-mobil yang terparkir atau melintas ikut terendam banjir. Kondisi tersebut jelas berbahaya untuk mesin kendaraan, termasuk mobil. Yang apabila rusak, akan sangat mahal biaya perbaikannya.

Mobil yang terendam banjir memang nggak boleh langsung dinyalakan. Begitu juga saat memaksa untuk melintas jalan banjir, risiko water hammer akan mengancam mesin mobil.

Water hammer adalah kondisi saat air masuk ke ruang pembakaran, bisa juga masuk ke sistem pelumasan. Air bukanlah bahan yang dibutuhkan mesin untuk bekerja. Mesin justru membutuhkan udara untuk membantu sistem kompresi.

Udara akan bekerja menekan piston, tapi jika air masuk maka tekanan justru berasal dari air. Tekanan yang dihasilkan dari air bisa lebih tinggi yang justru menimbulkan dorongan pada piston secara berlebihan.

Akibat yang terjadi dalam kondisi demikian adalah setang piston akan bengkok. Air bisa masuk ke dalam mesin melalui berbagai celah seperti knalpot. Hal ini bisa terjadi ketika mobil melewati area banjir yang tingginya mencapai 50 cm atau lebih.

Istilah ini disebut juga dengan hydrolocking, di mana air masuk melalui filter udara sehingga mesin mati mendadak. Masalah kedua juga bisa disebabkan oleh air yang masuk ke sistem pelumasan sehingga bercampur dengan oli.

Masalah kedua juga bisa disebabkan oleh air yang masuk ke sistem pelumasan sehingga bercampur dengan oli. Air yang tercampur bersama oli akan menciptakan panas mesin mobil tidak stabil bahkan cenderung berlebih yang mana kondisi demikian juga bisa membuat komponen mesin bengkok.

Dilihat dari apa itu water hammer, Anda tentu harus waspada. Kerusakan yang akan dialami oleh mobil karena air tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kerusakan yang paling sering terjadi adalah bengkoknya stang piston. Air yang masuk akan memberikan dorongan kuat berlawanan dari gerakan piston.

Karena yang terkompresi adalah air bukan udara, maka stang piston mengalami bengkok. Pada kasus tertentu ketika mesin terus dinyalakan atau dibuat berjalan, stang piston justru bisa hancur.

Bukan hanya piston yang bengkok, namun air yang masuk dalam mesin bisa menimbulkan kebocoran. Pada bagian sambungan mesin terutama sangat rentan terhadap kebocoran. Kemunculan bocor tidak terjadi secara langsung, melainkan sedikit demi sedikit.

Seiring berjalannya waktu, jika tidak segera ditangani kebocoran bisa menjadi besar. Tentu saja hal ini berpengaruh pada bagian lainnya yang terkena bocor dan mesin mobil akan mati total.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore