Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Agustus 2025, 01.35 WIB

Gaikindo Berharap Pemerintah Berikan Program Insentif Seperti Saat Covid-19

Ilustrasi: Pameran mobil. (Dok. JawaPos.com) - Image

Ilustrasi: Pameran mobil. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menyampaikan harapannya agar pemerintah kembali memberikan dukungan berupa kebijakan khusus untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional, serupa dengan insentif yang pernah diberikan saat pandemi Covid-19.

Kukuh Kumara selaku Sekretaris Umum Gaikindo dikutip dalam laman Antara (17/8) mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan bentuk kewaspadaan terhadap agresifnya penjualan otomotif di negara Malaysia. Hal ini menyebabkan adanya selisih yang tidak terlalu jauh dengan Indonesia pada 2024 yang lalu.

“Ini adalah peran pemerintah yang krusial. Kita harapkan jangka pendeknya, harusnya ada insentif seperti pada waktu pandemi,” kata Kukuh.

Menurut Kukuh, Malaysia berhasil menjual kendaraan sebanyak 816.747 unit pada 2025. Jumlah tersebut tidak terlalu jauh dengan apa yang didapatkan penjualan di Indonesia.

Dalam periode yang sama, Indonesia melalui data yang dibagikan oleh Gaikindo berhasil mencatatkan angka penjualan sebanyak 865.723 unit.

Bahkan dikabarkan kalau negara Malaysia mempunyai kinerja yang cukup positif sehingga mampu menyusul angka penjualan yang dimiliki oleh Indonesia baru-baru ini.

"Data yang dibagikan oleh ASEAN Automotive Federation (AAF), Indonesia dalam periode Januari sampai dengan Mei 2025, Indonesia masih memimpin. Ini terlihat dari penjualan bulan Januari sampai Mei 2025, Juli belum keluar datanya. Itu sumber datanya dari AAF, Indonesia masih unggul dibandingkan Malaysia,” ujar dia.

Dalam catatan Gaikindo, penjualan semester I 2025, penjualan ritel (dari diler ke konsumen) berhasil mencapai 390.467 unit. Bukuan catatan tersebut masih kurang positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya di periode yang sama.

Sementara pada catatan Wholesales (dari Pabrik ke diler), Gaikindo mencatat juga terdapat penurunan sejumlah 8,6 persen atau hanya berhasil 374.740 unit, dari sebelumnya mencapai 410.020 unit.

“Itu juga semacam peringatan. Kerana kemudian selisihnya Indonesia dengan Malaysia itu sedikit,” kata dia.

Seperti diketahui, pada periode pandemi, pemerintah mengeluarkan kebijakan relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut terbukti mampu mendorong penjualan mobil secara signifikan, menjaga daya beli konsumen, sekaligus membantu pemulihan sektor otomotif yang sempat terpuruk.

Kondisi industri saat ini walaupun ekonomi mulai membaik, industri otomotif masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti: tekanan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, fluktuasi nilai tukar dan harga bahan baku serta persaingan ketat dengan produk otomotif dari luar negeri.

Karena itu, Gaikindo menilai perlunya kebijakan afirmatif untuk menjaga momentum pertumbuhan industri otomotif nasional.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore