
Modifikasi motor trail fokus pada kaki-kaki tunggangan
JawaPos.com – Modifikasi itu berbeda-beda. Disesuaikan dengan kebutuhan. Pola dan titik-titik yang mendapat sentuhan tak sama. Termasuk bagian-bagian yang digunakan untuk menunjang kebutuhan dan keperluan motor tersebut.
Menurut, punggawa Bengkel Gudang Karat, Harry saat ini banyak pelanggan juga yang tertarik dengan modifikasi motor trail. Namun mereka harus memperhatikan beberapa hal khususnya pada bagian kaki-kaki sehingga motor aman dan nyaman saat berpetualang.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun motor trail agar lebih aman, nyaman dan garang di lintasannya masing-masing.
1. Pertimbangkan medan apa yang akan dihadapi trail.
Kata Harry, harus diperhatikan medan yang akan dijajal motor tersebut karena beda medan setingan pada kaki-kaki trail akan berbeda pula. Misalnya trail dengan track tanah berbeda dengan trail untuk medan berbatu.
“Harus diperhatikan, apakah trail itu untuk medan jumping, untuk garuk tanah di lintasan datar atau lebih sering dipakai di medan berbatu. Ini perlu dilakukan untuk menyiapkan motor trail sesuai dengan kebutuhan,” kata Harry saat berbincang dengan JawaPos.com di markasnya yang terletak di Jl Bintaro Selatan, Bintaro Sektor 2, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.
Harry menjelaskan hal utama dalam membangun trail yakni pada bagian kaki-kaki seperti ban, shockbreaker, gir dan rantainya. Hal ini karena medan yang dihadapi motor trail membutuhkan kaki-kaki yang kokoh namun tetap empuk.
“Kalau trail biasa diutamakan dibagian kaki-kaki seperti shockbreaker, gir, ban dan perangkat lain. Kalau main di tanah shocknya agak lebi keras dibandingkan dengan medan berbatu yang buruh shocbreaker yang lebih empuk,” terang Harry.
2. Perhatikan ketahanan mesin.
Untuk motor trail, ketahanan mesin sangat dibutuhkan karena tenaga yang ia butuhkan lebih banyak ketimbang motor biasa. Mesin trail harus mempu menahan bobot sekaligus punya power yang tinggi.
“Mesin harus lebih tahan, karena bobot. Kalau di trail istrilahnya kalau lebih nancap di tanah, ekstra lebih powernya harus lebih keluar agar tetap ngacir. Beda sama dengan di aspal. Di atas aspal ban tidak ada hambatan. Hambarannya hanya angin, sedangkan di tanah lebih berat, konsekuensi mesin harus lebih bertenaga sama lebih ketahanan harus tinggi,” bebernya.
Untuk itu mesin motor trail benar-benar harus dioprek dengan teknik khusus agar kompresinya tidak terlalu tinggi karena konsekuensinya ketahanan mesin akan menurun. “Jadi korekan mesinnya harus lebih fokus ke torsinya agar lebih melimpah dan tak ngelos,” tukasnya.
3. Trail butuh modifikasi gir untuk membuatnya lebih responsif.
Untuk mendapatkan tarikan enteng gir motor harus dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan. “Gir juga memang di modif agar lebih enteng. Cuman ya dia lihat juga track-nya. Kalau gir terlalu besar juga membahayakan pembalap karena tenaganya kebuang percuma dan motornya terlalu enteng sehingga motor bisa kebuang,” urainya.
Bila trail dibangun untuk medan dengan loncatan dan tanjakan, modifikasi mesin dan girnya harus menengah. Artinya mesin yang dikorek dan girnya harus yang sedang, tidak terlalu besar sehingga menjaga power motor.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
