
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, tidak akan ada partai politik yang netral di Pilpres 2019 mendatang. Alasannya karena ada aturan UU Nomor 7/2017 tentang pemilihan umum (Pemilu).
JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak menutup kemungkinan akan meninggalkan Prabowo Subianto. Itu sangat mungkin terjadi apabila keinginannya untuk menjadi cawapres tidak diakomodasi oleh mantan Danjen Kopassus.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, tidak akan ada partai politik yang netral di Pilpres 2019 mendatang. Alasannya karena ada aturan UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu).
Diketahui, dalam UU tersebut disebutkan bahwa partai politik maupun gabungan berkewajiban mengajukan capres dan juga cawapres yang didukung. "Jadi saya kira tidak akan ada istilah abstain di Pilpres 2019 nanti karena parpol punya kewajiban mencalonkan," ujar Ace saat dihubungi, Kamis (2/7).
Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini menambahkan, apabila partai politik tetap menyatakan netral di Pilpres 2019 mendatang, maka akan diberikan sanksi tidak diperbolehken mengikuti Pemilu di 2024.
Menurut Ace, sanksi itu merujuk Pasal 235 ayat 5 UU Pemilu yang berbunyi, 'Dalam hal partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi syarat mengajukan pasangan calon tidak mengajukan pasangan calon, maka partai politik bersangkutan dikenai sanksi pemilu berikutnya'.
"Sanksinya tidak boleh ikut pemilu dan pemilihan legislatif. Saya kira partai nggak ada yang mau seperti itu," katanya.
Diketahui, PKS tetap berusaha ingin kadernya menjadi pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019 mendatang. Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin bahkan telah menengaskan apabila kadernya tidak dipilih oleh Prabowo Subianto, maka akan melakukan pembahasan di internal partai guna menyikapi langkah yang akan diambil.
Bahkan diungkapkan Suhud, partai berlogo bulan sabit kembar ini bakal bersikap netral dalam Pilpres 2019 mendatang. Alasannya karena keinginan PKS menjadi cawapres tidak diakomodasi.
"Itu adalah salah satu opsi yang mungkin diambil kalau situasinya memungkinkan," katanya.
Namun sikap netral itu masih menunggu pembahasan di internal DPP dan juga majelis syuro apabila kemungkinan terburuk ini muncul. Saat ini, kata dia, pembicaraan terus dilakukan mencari sosok cawapres ideal pendamping Prabowo. Sembari PKS menunggu nama cawapres diumumkan oleh eks Danjen Kopassus itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
