
Photo
JawaPos.com - Hari pemungutan suara Pilkada 2018 yang bersamaan dengan perhelatan Piala Dunia membuat sejumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) membuat TPS bertemakan ajang sepak bola sejagat tersebut. Hal ini terlihat di beberapa TPS Kota Palembang dan Kota Padang.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, hampir setiap panitia memakai jersey sepak bola yang dirancang sendiri agar lebih seragam. Sedangkan, beberapa warga pun sengaja menggunakan pakaian bola bentuk dukungannya terhadap negara yang ikut serta piala dunia.
Ketua RT 13 RW 06 Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II, Palembang, Sanimah mengatakan sengaja membuat TPS bernuansa piala dunia. Alasannya tema itu dianggap cukup baik bagi orang tua maupun anak-anak. Sebab warga di wilayahanya memang memiliki hobi bermain sepak bola. Akhirnya seluruh warga sepakat memberi tema TPS-nya sebagai TPS Kampung Piala Dunia.
"Sekarang kan lagi booming piala dunia karena itu kami ikut dalam eforia ini," katanya saat ditemui JawaPos.com, Rabu (27/6).
Dia mengaku tidak ada aturan khusus bagi panitia TPS. Namun, seluruh panitia sepakat memakai seragam bola yang sudah dirancang sendiri sehingga lebih terkesan kompak. Sedangkan, bagi para pencoblos, pihaknya tidak memaksa harus menggunakan baju bola. "Jadi terserah masyarakat mau pake baju bola boleh, mau pake baju bebas juga boleh," ujarnya.
Lebih jauh Sanimah mengaku, TPS di RT 13 memiliki 381 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun, ada juga yang sudah meninggal, pindah, dan lain sebagainya. Dengan demikian total DPT di wilayahnya hanya 370 orang. Untuk panitia yang bertugas di TPS ini yaitu sebanyak 7 orang dan dibantu dengan Linmas.
"Jadi seluruh panitia sebanyak 7 orang ini diseragamkan dengan membuat kostum khusus untuk kegiatan Pilkada ini," tutupnya.
Sementara itu, salah satu warga, Awaluddin menambahkan dirinya sengaja memakai pakaian bola untuk mencoblos karena menyesuaikan dengan tema TPS. Ia pun sengaja memilih kostum Argentina karena salah satu pendukung negara tersebut dalam Piala Dunia 2018 di Rusia.
"Saya penggemar Argentina terlebih lagi mampu lolos di Piala Dunia. Jadi saya pake baju Argentina," singkatnya.
Sementara itu, di Kota Padang, tepatnya di TPS 19, Kelurahan Andalas. Di sana nyaris semua petugas memakai jersey bola. Di gerbang TPS terpampang baliho bertuliskan "Demam Bola, Demam Pilkada, Tentukan Pilihan Anda".
Para petugas TPS ini juga memakai topi yang dibuat kerucut dari kertas karton. Begitu juga petugas hansip, meski tidak mengenakan seragam bola, turut memegang bendera layaknya wasit garis.
"Karena lagi musim piala dunia, makanya kami juga konsep bola ini. Tujuannya jelas untuk meningkatkan partisipasi pemilih," terang Ketua TPS 19, Kelurahan Andalas Padang, Endi Candra, Rabu (27/6).
TPS ini sendiri lanjut Endi, memiliki DPT sebanyak 242 suara. Pilkada sebelumnya, hanya 50 warga yang menggunakan hak pilih. "Mudah-mudahan dengan konsep unik ini pemilih meningkat," katanya.
Secara umum, prosedur KPU TPS 19 telah sesuai dengan aturan yang berlaku. Bedanya hanya di aksesoris dan dekorasi ruangan TPS yang betul-betul disulap jadi "demam piala dunia".
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
