
Terdakwa kasus peredaran narkotika Irjen Pol Teddy Minahasa saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Jakarta, Senin (13/3/2023). Dalam sidangnya beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Kuasa Hukum lima sak
JawaPos.com - Sidang kasus penjualan barang bukti Teddy Minahasa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Dalam persidangan kemarin (16/3), dihadirkan saksi ahli psikologi forensik Reza Indragiri. Dia menganalisis chat perintah Teddy untuk mengganti sabu-sabu dengan tawas. Hasilnya, Reza meragukan niat jahat dalam chat tersebut.
Reza dihadirkan sebagai saksi ahli meringankan untuk Teddy. Saat persidangan, salah seorang kuasa hukum Teddy Minahasa memperlihatkan chat Teddy dengan kalimat: sebagian BB diganti tawas. Yang lantas dibalas Dody ”Siap, tidak berani jenderal.”
Selanjutnya, kuasa hukum Teddy kembali menunjukkan kalimat yang sama. Namun dengan tambahan emotikon tersenyum. ”Kalau ini chat yang riil dengan emotikon, bagaimana tafsiran Saudara?” paparnya kepada Reza.
Menurut dia, dalam psikologi, kondisi chat itu disebut dissonance. Artinya, ada dua bagian yang tidak harmonis atau linier, tidak sejalan. Sebab, emotikon bisa menghadirkan konteks emosi yang mengubah konteks percakapan secara keseluruhan. ”Dengan adanya emotikon ini, niat jahat menjadi multitafsir atau relatif. Apakah bercanda atau lainnya. Saya tidak mengetahui,” paparnya.
Menurut dia, berdasar riset yang sudah menjadi kebijakan dalam lembaga yudisial negara lain, emotikon tidak bisa dipisahkan. ”Tidak bisa dinihilkan elemennya memengaruhi percakapan,” jelasnya. Dengan emoji tersebut, dia mulai ragu dengan kesimpulan sebelumnya bahwa terdapat perintah absolut yang salah sekaligus mengandung niat jahat.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
