
KONDISI PULIH: Aktivitas di Bandara Kenyam, Nduga, Februari lalu. TNI menyebut suasana Nduga kemarin (14/7) sudah kondusif setelah sehari sebelumnya terjadi kontak tembak. (ELFIRA/CENDERAWASIH POS)
JawaPos.com – TNI menepis klaim bahwa Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) telah menguasai bandara di Mapenduma, Nduga, Papua. Mereka menyatakan bahwa kondisi setempat sudah kondusif setelah kontak tembak yang melukai dua prajurit TNI.
”Seberapa kuat OPM di situ hingga mau melawan kita? Memangnya senjatanya ada berapa pucuk hingga bisa menguasai bandara? Kekuatan kami di Mapenduma begitu kuat dan tidak mungkin dikalahkan OPM,” kata Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan saat dimintai konfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya kemarin (14/7).
Pada Selasa (13/7), Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menjelaskan, sesuai dengan laporan dari Kodap II pimpinan Egianus Kogeya, terjadi baku tembak di Bandara Mapenduma sejak pukul 07.30 WIT. Dalam baku tembak tersebut, dia mengklaim pihaknya telah menembak tiga anggota TNI dan memukul mundur pasukan TNI hingga TPNPB-OPM bisa menguasai bandara.
Bahkan, Sebby mengklaim TPNPB-OPM telah menguasai total 32 distrik di Kabupaten Nduga, Papua. Namun, dia tidak menjawab ketika ditanya tentang caranya bisa menguasai ke-32 distrik jika kontak senjata hanya terjadi di bandara. ”Karena TNI dan Polri sudah masuk wilayah saya, apa pun kekuatannya terus dilawan,” ujarnya.
Baca juga: Dua Prajurit TNI Korban Kontak Tembak
Pada hari yang sama, TNI mengungkapkan bahwa dua anggotanya terluka setelah bentrok di Mapenduma tersebut. Mengutip Cenderawasih Pos, dua prajurit personel Yonif 751/VJS yang terluka itu adalah Lettu Inf Sukma Panunjang dan Praka Abdul Hamid. Sukma terluka di bagian kepala, perut, dan kaki. Hamid terkena di bagian pinggul sebelah kiri. Menurut TNI, keduanya terluka akibat rekoset.
Izak menyebut TPNPB-OPM sebatas mengkhayal hingga mengaku menguasai bandara di Mapenduma. ”Mapenduma kondusif, tidak ada masalah. Begitu juga bandara. Kalau berani mengganggu situasi di sana (Nduga, Red), TNI akan hantam mereka,” tegasnya.
Baca juga: Kontak Tembak dengan Separatis Papua, Tiga Anggota TNI Terluka
Sementara itu, saat ini kondisi dua anggota yang terluka terkena rekoset membaik. Mereka masih mendapatkan perawatan medis di rumah sakit di Timika, Kabupaten Mimika.
Secara terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri menyayangkan apa yang menimpa dua anggota TNI di Mapenduma. Juga, satu anggota Polri di Yahukimo. ”Ini bagian dari pemetaan kita untuk menyelesaikan mereka yang telah merampas senjata. Itu risiko dari tugas. Yang pasti, TNI-Polri tidak mundur satu langkah pun,” ungkap Kapolda.
Menurut Mathius, kembali aktifnya kelompok di Nduga mungkin disebabkan kehabisan logistik. Bukan hanya bahan makanan, tetapi juga amunisi. Mathius sudah meminta pasukan untuk berhati-hati, menjaga betul persenjataan dan amunisi, serta tidak boleh ceroboh. ”Dengan begitu, secara perlahan bisa menekan mereka kembali,” katanya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
