Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2026 | 22.14 WIB

Hotspot Karhutla Sentuh 20 Ribu Titik, Kalteng dan Kalbar Paling Parah

Upaya pemadaman darat karhutla yang dilakukan tim satgas gabungan di wilayah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Selasa (25/8). (BNPB) - Image

Upaya pemadaman darat karhutla yang dilakukan tim satgas gabungan di wilayah Kabupaten Sintang Kalimantan Barat, Selasa (25/8). (BNPB)

JawaPos.com - Jumlah titik panas (hotspot) karhutla secara nasional melonjak drastis hingga menyentuh 20.378 titik.

Kondisi tersebut tidak lepas dari kenaikan tajam di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, meskipun empat provinsi prioritas lainnya berhasil mencatatkan penurunan.

Data SiPongi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) per 29 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB menunjukkan tren kenaikan nasional secara bertahap, dari 14.788 titik pada 27 Agustus dan 18.092 titik pada 28 Agustus.

Kemenhut kini dalam posisi siaga untuk mengantisipasi penyebaran api yang makin agresif.

Kementerian Kehutanan tetap dalam posisi siaga penuh, terutama menyikapi peningkatan hotspot di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi, Minggu (30/8).

Berdasarkan data satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, terjadi penurunan signifikan hotspot di empat provinsi prioritas:

  1. Kalimantan Selatan, turun dari 1.354 menjadi 867 titik.
  2. Sumatera Selatan, turun dari 1.036 menjadi 808 titik.
  3. Riau, turun dari 265 menjadi 254 titik.
  4. Jambi, turun dari 181 menjadi 159 titik.

Namun, kondisi kontras terjadi di pulau Borneo. Titik panas di Kalimantan Tengah melonjak dari 7.703 menjadi 8.488 titik, sementara Kalimantan Barat melonjak hampir dua kali lipat dari 3.384 menjadi 6.526 titik.

Kualitas Udara Kategori Berbahaya dan Jarak Pandang Terbatas

Lonjakan hotspot tersebut berdampak langsung pada kualitas udara dan efisiensi penglihatan di lapangan.

Di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, kualitas udara pada sejumlah titik pemantauan telah menyentuh kategori berbahaya.

Sementara itu, wilayah Kalsel tercatat sangat tidak sehat, disusul Riau, Jambi, dan Sumsel pada kategori tidak sehat.

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore