Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2026 | 17.04 WIB

GRIB Jaya Bantah Terlibat Kerusuhan Demo 27 Agustus, Kehadiran Hercules Hanya Pantau Situasi

Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rozario Marshall. (Istimewa) - Image

Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rozario Marshall. (Istimewa)

JawaPos.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GRIB Jaya angkat bicara mengenai beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, berada di lokasi setelah aksi demonstrasi pada Kamis (27/8) malam.

Perwakilan Divisi Hukum DPP GRIB Jaya Wilson Colling membantah, organisasinya terlibat dalam kerusuhan yang terjadi setelah aksi tersebut. Kehadiran Hercules di lokasi disebut semata-mata untuk memantau kondisi dan menjaga situasi tetap kondusif.

"Kehadiran tersebut merupakan bagian dari upaya persuasif untuk memantau keadaan dan menjaga kondusivitas lingkungan, bukan untuk memperkeruh keadaan, melakukan provokasi, ataupun terlibat dalam benturan fisik," kata Wilson Colling dalam keterangannya, Minggu (30/8).

Wilson menekankan, secara organisatoris tidak pernah ada instruksi dari DPP GRIB Jaya kepada para anggotanya untuk mengikuti demonstrasi maupun melakukan aktivitas yang berkaitan dengan aksi tersebut.

Menurut dia, arahan tersebut telah disampaikan secara tegas kepada anggota dan dipublikasikan melalui saluran internal organisasi.

"Karena itu, keberadaan individu tertentu di suatu lokasi tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai representasi tindakan organisasi, terlebih tanpa adanya bukti mengenai perintah, koordinasi, ataupun keterlibatan dalam suatu tindak pidana," jelasnya.

Wilson turut menanggapi bagian video yang memperlihatkan adanya seruan agar massa pulang. Dia meminta pernyataan tersebut tidak dipahami secara terpisah dari konteks kejadian.

Menurutnya, seruan tersebut justru dapat dimaknai sebagai ajakan kepada massa untuk meninggalkan lokasi secara tertib guna mencegah terjadinya gesekan maupun kerusuhan.

Karena itu, Wilson menilai ucapan dalam video tidak dapat dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan seseorang terlibat dalam kerusuhan tanpa mempertimbangkan situasi dan konteks secara keseluruhan.

Dia juga menyayangkan munculnya sejumlah narasi di media sosial yang dinilai membangun persepsi bahwa keberadaan seseorang di lokasi kejadian otomatis menunjukkan keterlibatan dalam kerusuhan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore