Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 05.42 WIB

Berkembang Opini Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Berlatar Militer, Mabes TNI Lakukan Penyelidikan Internal

Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan keterangan kepada awak media pada Selasa malam (17/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan keterangan kepada awak media pada Selasa malam (17/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com-Mabes TNI tengah melakukan penyelidikan internal terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Langkah tersebut diambil menyikapi berkembangnya opini di masyarakat yang menyebut pelaku diduga berlatar belakang militer.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyampaikan bahwa penyelidikan internal telah dilakukan sejak insiden terjadi di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis tengah malam (12/3).

“Pada kesempatan ini, kami menyikapi perkembangan situasi, termasuk opini yang berkembang di masyarakat terkait dugaan pelaku berasal dari TNI,” ujar Aulia pada Selasa malam (17/3).

Perwira tinggi bintang dua TNI AD tersebut menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin gegabah dalam merespons opini tersebut. Karena itu, penyelidikan internal dilakukan dengan mengedepankan prinsip profesionalisme dan transparansi.

“Sejak kejadian, TNI sudah merespons dengan melakukan penyelidikan secara internal. Kami mohon kepada rekan-rekan wartawan untuk bersabar, karena kami bekerja secara profesional dan transparan,” imbuhnya.

Aulia menjelaskan bahwa langkah penyelidikan internal diambil murni berdasarkan berkembangnya opini di masyarakat, bukan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian yang juga tengah menangani kasus ini secara hukum.

“Dengan adanya opini tersebut, kami akan menyelidiki dugaan keterlibatan prajurit TNI. Harapannya, hasilnya nanti dapat menjawab dan tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat,” jelasnya.

Ia memastikan penyelidikan dilakukan oleh aparat berwenang di lingkungan TNI dengan mekanisme sesuai aturan yang berlaku. Beberapa satuan juga dilibatkan dalam proses tersebut.

“Penyelidikan internal ini akan melibatkan beberapa satuan. Nanti akan kami lihat hasilnya terkait opini yang berkembang,” tambahnya.

Aulia kembali menegaskan bahwa TNI berkomitmen untuk menyampaikan hasil penyelidikan secara terbuka kepada publik. Namun, pihaknya meminta waktu agar proses tersebut dapat berjalan optimal.

“Kami akan bekerja secara profesional dan transparan sesuai peraturan yang berlaku di lingkungan TNI, dan hasilnya akan kami sampaikan kepada publik,” tegasnya.

Sebelumnya, aksi kekerasan menimpa Andrie Yunus yang disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam (12/3). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa korban mengalami luka bakar hingga 24 persen di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, tangan, dada, dan mata. “Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” ujar Dimas dalam keterangannya.

Ia juga menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi usai korban mengikuti siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat, dengan tema remiliterisme dan judicial review di Indonesia.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore