
Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lukman Hakim Hamid di Kantor PBNU Jakarta, Minggu (23/11). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menggelar silaturahmi dengan sejumlah alim ulama dari berbagai daerah di Kantor PBNU, Jakarta, Minggu (23/11).
Pertemuan ini digelar di tengah ramainya isu pemakzulan yang mencuat usai beredarnya dokumen tentang risalah Rapat Harian Syuriyah pada Kamis (20/11) yang disebut berisi permintaan agar dirinya mundur dari jabatan ketua umum.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com di Kantor PBNU Jakarta, silaturahmi alim ulama digelar secara tertutup di Lantai 8. Sesuai undangan, acara akan berlangsung pada pukul 19.30 WIB.
Namun menurut informasi, silaturahmi alim ulama diawali makan malam terlebih dahulu dan diketahui baru dimulai pada pukul 20.30 WIB. Meski dikabarkan sudah mulai, sejumlah tokoh masih terlihat mendatangi Kantor PBNU.
Seperti Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Lukman Hakim Hamid dan pengurusnya yang baru tiba pada pukul 20.49 WIB.
Kemudian, disusul oleh Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah adalah KH. Ubaidullah Shodaqoh yang tiba di lokasi pada pukul 20.54 WIB. Adapun beberapa lainnya sudah berada di ruangan, termasuk Gus Yahya dan Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori.
Kedatangan para alim ulama di Kantor PBNU di kawal ketat pihak pengaman. Bahkan dipastikan hanya para tamu undangan yang rerata menggunakan koko putih dan sarung yang bisa naik ke lantai 8.
Berdasarkan informasi yang diperoleh JawaPos.com, tidak seluruh undangan hadir secara langsung di lokasi. Dari sebanyak 76 alim ulama yang diundang, beberapa diantaranya ikut bersilaturahmi secara daring, salah satunya seperti Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid.
Untuk diketahui, Silaturahmi Alim Ulama yang digelar pada Minggu (23/11) malam digelar dengan tujuan untuk meminta nasihat serta doa demi menjaga keutuhan PBNU.
Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya, di tengah dinamika dan isu internal yang berkembang saat ini. Ia memastikan amanah hasil Muktamar Ke-34 akan dijalankannya secara penuh selama lima tahun, sejak 2021 hingga 2026. Hal itu disampaikan usai dirinya mengadakan Rapat Koordinasi PWNU se-Indonesia di Surabaya, pada Sabtu (22/11).

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
