Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 September 2025 | 17.51 WIB

Apa Itu Fenomena Gerakan “Stop Tot Tot Wuk Wuk” yang Tengah Viral di Media Sosial? Ini Penjelasan Lengkapnya

Petugas mengarahkan kendaraan roda empat untuk memasuki Gate Toll Fatmawati 2, Jakarta, Senin (15/09/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba penggunaan satu lajur paling kiri di Gerbang Tol Fatmawati 2 secara gratis untuk mengurai kemace - Image

Petugas mengarahkan kendaraan roda empat untuk memasuki Gate Toll Fatmawati 2, Jakarta, Senin (15/09/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan uji coba penggunaan satu lajur paling kiri di Gerbang Tol Fatmawati 2 secara gratis untuk mengurai kemace

JawaPos.com - Fenomena "Stop Tot Tot Wuk Wuk" tengah viral dan menjadi perbincangan warganet pada sejumlah media sosial. Ternyata, “Stop Tot Tot Wuk Wuk” merupakan gerakan yang berbentuk kritik masyarakat terhadap penggunaan sirine dan strobo untuk kepentingan pribadi.

Kritik ini tentunya bukan tanpa sebab. Pasalnya, sirine dan strobo seringkali dianggap mengganggu dan membahayakan pengguna jalan lain. 

​Sebagai bentuk protes terhadap arogansi ini, beberapa pengendara bahkan memasang stiker dengan tulisan "Stop Tot Tot Wuk Wuk" di mobil mereka, menjadikan slogan tersebut sebuah simbol perlawanan terhadap perilaku tidak etis di jalanan.

Ditegaskan pula, sirine dan strobo seharusnya diprioritaskan hanya untuk kendaraan darurat seperti ambulans dan mobil pemadam kebakaran (damkar). Sebab, kedua kendaraan tersebut memang memiliki hak istimewa secara hukum untuk melintas lantaran menyangkut nyawa dan keselamatan publik. 

Adapun fenomena ini sering terlihat di kota-kota besar, mengacu pada rombongan atau kendaraan perorangan yang menyalahgunakan alat prioritas seolah-olah sedang dalam keadaan darurat, padahal tidak ada dasar hukum yang membenarkan penggunaannya.

Salah satu gerakan yang tampak terlihat di media sosial tampak diunggah oleh akun Instagram @progresip_. "Stop Tot Tot Wuk Wuk di Jalan. Ingat, cuman kendaraan darurat dan tertentu yang berhak pakai sirine/strobo. Selain itu? melanggar hukum," bunyi caption.

Hingga berita ini ditulis, unggahan ini pun meraup sekitar 109 ribu suka, 26 ribu repost, dan 4 ribu komentar.

Hal ini pun memantik komentar netizen. Salah satunya @pasif**** yang menceritakan pengalamannya terhadap fenomena penggunaan sirine dan strobo ini.

"Pernah sih di lampu merah ring 1 karena presiden mau masuk istana, lampu merah udah dijaga sampai hampir 20 menit nggak boleh lewat. Buset 20 menit pekerja sama 20 menit pejabat," katanya.

Seruan dukungan untuk gerakan ini juga datang dari netizen lain yakni @dika_happy**. "Mobil presiden ok kasih jalan. Ambulance dan Damkar kasih jalan. Selain ini, jangan kasih jalan/minggir!," tulis dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore