
BMKG memprediksi musim hujan datang lebih awal, pemerintah dan masyarakat diminta siaga. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Musim hujan 2025/2026 diprediksi datang lebih cepat dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah, lembaga terkait, hingga masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai sektor penting.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak. Diimbau petani menggunakan varietas tahan genangan agar curah huja tinggi tidak mempengaruhi hasil produksi.
"Penyesuaian kalender tanam pertanian, penggunaan varietas tahan genangan, serta perbaikan irigasi dan drainase menjadi kunci agar produksi tidak terganggu," ujar Dwikorita
Langkah ini diharapkan dapat mencegah gagal panen sekaligus meningkatkan produktivitas pangan di tengah kondisi hujan yang datang lebih cepat.
Kelembaban tinggi saat musim hujan bisa memicu serangan hama dan penyakit tanaman. BMKG meminta pengelola perkebunan memperketat pengendalian hama, memperbaiki sistem drainase, serta menyesuaikan pola pemupukan.
Sektor energi juga menjadi perhatian. Waduk dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) harus diatur sejak awal agar mampu menampung debit air saat puncak hujan.
"Pengelola waduk perlu mengoptimalkan pengisian sejak awal musim dan menyesuaikan operasi waduk dengan puncak hujan agar ketersediaan air dan energi tetap terjaga," kata Dwikorita.
BMKG memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang. Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem drainase, membersihkan saluran air, serta menyiapkan jalur evakuasi warga.
Selain bencana alam, sektor kesehatan juga perlu waspada. Curah hujan tinggi meningkatkan risiko penyakit tropis, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Peningkatan kelembaban udara memperbesar peluang penyebaran penyakit tropis, khususnya DBD pada Desember 2025–Januari 2026. Upaya pemberantasan sarang nyamuk, fogging fokus, serta edukasi masyarakat harus diperkuat," jelas Dwikorita.
BMKG memastikan informasi iklim dan cuaca kini lebih mudah diakses masyarakat. Melalui aplikasi mobile, media sosial, hingga koordinasi langsung dengan pemerintah daerah, masyarakat diharapkan bisa lebih siap menghadapi musim hujan lebih cepat tahun ini.
"Informasi ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan, mitigasi, dan pengambilan keputusan yang tepat, sehingga dampak ancaman bahaya dapat diminimalkan," imbuhnya.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyebutkan bahwa fenomena iklim global turut memengaruhi musim hujan tahun ini. Pada Agustus 2025, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi netral (indeks –0,34), sehingga tidak ada pengaruh signifikan dari Samudra Pasifik.
Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat dalam kondisi negatif (indeks –1,2), yang menandakan adanya suplai tambahan uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia khususnya bagian barat.
Selain itu, suhu muka laut di perairan sekitar Indonesia lebih hangat (+0,42) dari rata-rata klimatologis, sehingga memicu pembentukan awan hujan lebih intensif. ENSO netral diprediksikan bertahan hingga akhir 2025, sementara IOD negatif diperkirakan berlangsung hingga November 2025.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
