Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 23.20 WIB

Musim Hujan Datang Lebih Awal, BMKG Beberkan Antisipasi di Sektor Pertanian hingga Kesehatan

BMKG memprediksi musim hujan datang lebih awal, pemerintah dan masyarakat diminta siaga. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

BMKG memprediksi musim hujan datang lebih awal, pemerintah dan masyarakat diminta siaga. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Musim hujan 2025/2026 diprediksi datang lebih cepat dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan pemerintah daerah, lembaga terkait, hingga masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai sektor penting.

Pertanian: Kalender Tanam Harus Disesuaikan

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak. Diimbau petani menggunakan varietas tahan genangan agar curah huja tinggi tidak mempengaruhi hasil produksi.

"Penyesuaian kalender tanam pertanian, penggunaan varietas tahan genangan, serta perbaikan irigasi dan drainase menjadi kunci agar produksi tidak terganggu," ujar Dwikorita 

Langkah ini diharapkan dapat mencegah gagal panen sekaligus meningkatkan produktivitas pangan di tengah kondisi hujan yang datang lebih cepat.

Perkebunan: Antisipasi Hama

Kelembaban tinggi saat musim hujan bisa memicu serangan hama dan penyakit tanaman. BMKG meminta pengelola perkebunan memperketat pengendalian hama, memperbaiki sistem drainase, serta menyesuaikan pola pemupukan.

Energi: Optimalisasi Waduk dan PLTA

Sektor energi juga menjadi perhatian. Waduk dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) harus diatur sejak awal agar mampu menampung debit air saat puncak hujan.

"Pengelola waduk perlu mengoptimalkan pengisian sejak awal musim dan menyesuaikan operasi waduk dengan puncak hujan agar ketersediaan air dan energi tetap terjaga," kata Dwikorita.

Kebencanaan: Siaga Banjir dan Longsor

BMKG memperingatkan adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang. Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem drainase, membersihkan saluran air, serta menyiapkan jalur evakuasi warga.

Kesehatan: Ancaman DBD Meningkat

Selain bencana alam, sektor kesehatan juga perlu waspada. Curah hujan tinggi meningkatkan risiko penyakit tropis, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Peningkatan kelembaban udara memperbesar peluang penyebaran penyakit tropis, khususnya DBD pada Desember 2025–Januari 2026. Upaya pemberantasan sarang nyamuk, fogging fokus, serta edukasi masyarakat harus diperkuat," jelas Dwikorita.

BMKG memastikan informasi iklim dan cuaca kini lebih mudah diakses masyarakat. Melalui aplikasi mobile, media sosial, hingga koordinasi langsung dengan pemerintah daerah, masyarakat diharapkan bisa lebih siap menghadapi musim hujan lebih cepat tahun ini.

"Informasi ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk perencanaan, mitigasi, dan pengambilan keputusan yang tepat, sehingga dampak ancaman bahaya dapat diminimalkan," imbuhnya.

Penyebab Musim Hujan Lebih Awal 

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyebutkan bahwa fenomena iklim global turut memengaruhi musim hujan tahun ini. Pada Agustus 2025, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi netral (indeks –0,34), sehingga tidak ada pengaruh signifikan dari Samudra Pasifik. 

Sementara itu, Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat dalam kondisi negatif (indeks –1,2), yang menandakan adanya suplai tambahan uap air dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia khususnya bagian barat.

Selain itu, suhu muka laut di perairan sekitar Indonesia lebih hangat (+0,42) dari rata-rata klimatologis, sehingga memicu pembentukan awan hujan lebih intensif. ENSO netral diprediksikan bertahan hingga akhir 2025, sementara IOD negatif diperkirakan berlangsung hingga November 2025.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore