Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Agustus 2025 | 20.35 WIB

Rantis Brimob Lindas Ojol hingga Tewas di Pejompongan, Asosiasi Ojol Garda Indonesia Bentuk Tim Pencari Fakta dan Minta Polri Transparan

Foto tangkapan layar aksi driver ojol mengejar rantis Brimob. (Platform X). - Image

Foto tangkapan layar aksi driver ojol mengejar rantis Brimob. (Platform X).

JawaPos.com - Meninggalnya salah satu ojek online (ojol), Affan Kurniawan (21) setelah dilindas rantis Brimob pada aksi demonstrasi di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8), membawa duka bagi rekan sesama ojol. Kali ini, giliran Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia yang menyampaikan duka cita yang mendalam.

Raden Igun Wicaksono, Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia mengatakan, bahwa peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi seluruh pengemudi ojek online di Indonesia. 

“Affan Kurniawan, yang sehari-hari bekerja sebagai mitra pengemudi Gojek, bukanlah bagian dari kerusuhan, melainkan korban yang terjebak di tengah situasi bentrokan,” kata Raden dalam keterangannya, Jumat (29/8).

Atas hal ini, Garda Indonesia akan membentuk tim gabungan pencari fakta independen untuk mengusut tuntas tindakan represif yang menyebabkan Affan meninggal dunia. Raden menegaskan, apapun alasannya, aparat negara seharusnya melindungi rakyat, bukan justru menimbulkan korban jiwa.

Tak hanya itu, pihaknya juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), terkait kronologi peristiwa pelindasan itu. Termasuk menghukum para pelaku yang lalai ataupun dengan sengaja melakukan pelindasan terhadap korban.

“Agar dapat dipertanggung jawabkan ke proses hukum secara transparan agar tragedi serupa tidak terulang kembali,” ungkap dia.

Selain itu, Garda Indonesia juga menyerukan solidaritas nasional dari seluruh pengemudi ojek online dan masyarakat sipil untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. Sekaligus mendesak pemerintah untuk memastikan perlindungan dan jaminan keselamatan bagi seluruh pengemudi ojek online, yang setiap hari bekerja di jalanan dan rawan terjebak dalam konflik massa.

“Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa nyawa rakyat tidak boleh menjadi korban akibat kelalaian, apalagi tindakan represif aparat. Negara harus hadir melindungi, bukan mencederai,” tegasnya.

Sebagai informasi, Affan meninggal dunia setelah dilindas oleh rantis Brimob Polri dalam rangkaian pengamanan aksi demo buruh kemarin. Dalam rekaman video, tampak jelas detik-detik Affan dilindas oleh rantis tersebut. 

Massa sempat hendak menolong Affan yang mulanya tertabrak dari arah kanan. Namun, rantis itu malah tancap gas dan melindas Affan menggunakan ban depan dan ban belakang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore