Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Juli 2025 | 07.11 WIB

Terkuak Penyebab Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, KNKT: Akibat Kelebihan Muatan 400 Ton

KMP Tunu Jaya Pratama saat bersandar di dermaga LCM Ketapang. (Radar Banyuwangi Jawa Pos Group) - Image

KMP Tunu Jaya Pratama saat bersandar di dermaga LCM Ketapang. (Radar Banyuwangi Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan fakta mencengangkan, di balik tragedi tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada Kamis (3/7) lalu. 

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan berdasarkan hasil investigasi, karamnya kapal tersebut bukan hanya dipengaruhi oleh cuaca buruk, tetapi juga muatan kapal yang melebihi batas kemampuan angkutnya (overload).

Menurut Soerjanto, kapal yang diproduksi pada 2010 tersebut memiliki batas maksimal muatan hanya 137,7 ton. Namun saat tragedi terjadi, KMP Tunu Pratama Jaya justru membawa sekitar 538,8 ton muatan.

"Kapal memiliki kemampuan muat 138 ton, tetapi total yang dimuat 538 ton, tiga kali lipat (selisih 400 ton)," tutur Soerjanto di Pelabuhan ASDP Ketapang, dikutip dari Radar Banyuwangi (Jawa Pos Group), Rabu (23/7).

Rincian muatan terdiri 8 kendaraan golongan VII, 3 kendaraan golongan VIB, tiga kendaraan golongan VB, 3 kendaraan golongan IVB, 4 kendaraan golongan VIA, dan 1 kendaraan golongan 2. 

Total sebanyak 22 kendaraan yang tercatat dalam master sailing declaration yang ditandatangani nakhoda kapal KMP Tunu Pratama Jaya. "Ini fakta yang kami temukan di lapangan. Muatan maksimalnya (KMP Tunu Pratama Jaya) hanya 14 mobil kecil dan 9 truk sedang, dengan jumlah penumpang 60 orang. Ini jelas di luar batas kemampuan kapal," sambungnya.

KNKT juga menduga kapal beroperasi dengan kondisi overdraft, yakni tenggelam lambung kapal karena melebihi batas aman. Hal ini diperkuat dengan boarding pass penimbangan kendaraan yang bobotnya ditulis 0 kilogram.

"Ini sangat berbahaya, karena perhitungan pemuatan kapal bergantung pada data bobot tersebut. Kita melihat banyak kapal yang beroperasi dengan kondisi overdraft, kemungkinan KMP Tunu Pratama Jaya juga overdraft," tukas Soerjanto.

Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Tepatnya di koordinat -08°09.371', 114°25, 1569. Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Tim SAR gabungan telah berupaya mencari keberadaan korban. Namun hingga hari ke-20, Senin (21/7), belum membuahkan hasil. Operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya pun resmi ditutup.

Dengan demikian, dari 65 korban yang tercatat dalam manifest, tim SAR gabungan telah mengevakuasi 49 korban, dengan rincian 30 selamat, 19 meninggal dunia. Sementara 16 korban lainnya dinyatakan hilang.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore