Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juni 2021 | 00.06 WIB

Darurat Covid, anggota DPR Minta Percepat Kelulusan Dokter dan Perawat

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. (Umar Wirahadi/Jawa Pos) - Image

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda. (Umar Wirahadi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Lonjakan kasus Covid-19 yang mengkhawatirkan dalam beberapa waktu terakhir memerlukan langkah darurat. Beban tenaga kesehatan (nakes) yang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien Covid-19 harus segera diantisipasi dengan adanya kebijakan-kebijakan luar biasa.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengusulkan ada langkah darurat untuk memastikan ketersediaan nakes dalam menghadapi gelombang kedua Covid-19 di tanah air. Menurutnya, perlu percepatan kelulusan bagi mahasiswa di bidang kesehatan, baik mahasiswa kedokteran maupun mahasiwa keperawatan di Indonesia.

’’Mereka yang sudah di tingkat akhir dan tinggal menyelesaikan kewajiban akademis yang sifatnya administratif segera saja diluluskan. Mereka bisa segera ditugaskan untuk memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Tanah Air,” ujar Huda kepada wartawan, Jumat (25/6).

Menurut Huda, gelombang susulan pandemi Covid-19 tidak bisa dianggap enteng. Dia mencontohkan, situasi saat ini di mana gelombang kedua pandemi Covid-19 telah menyerang merata di sejumlah wilayah Indonesia. Bahkan, beberapa hari terakhir terus tercipta rekor baru kasus positif Covid-19 yang mencapai 20 ribu kasus per hari pada Kamis (24/6).

’’Bahkan gelombang kedua Covid-19 di Indonesia ini jika tidak ada kebijakan fundamental bisa mengancam sistem layanan kesehatan mengingat tingkat bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan hampir penuh. Selain itu tenaga kesehatan juga banyak mulai tumbang,” ujarnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mendorong percepatan vaksinasi di Indonesia. Menurutnya saat ini Indonesia sedang berkejaran dengan waktu untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Menurutnya sebelum tercipta kekebalan kelompok maka Indonesia akan terus rawan menghadapi gelombang pandemi susulan. ’’Jika melihat data, vaksinasi di Indonesia relatif lamban dibandingkan beberapa negara lain. Padahal stok vaksin kita relatif aman,” katanya.

Dia sepakat dengan usulan Ketua Tim Pengendali Bencana Covid-19 DPR Muhaimin Iskandar yang mendorong pembukaan Poliklinik Desa sebagai sentra vaksinasi. ’’Jika kekurangan tenaga vaksinator maka mahasiswa kedokteran maupun mahasiswa keperawatan bisa didorong sebagai relawan. Kami yakin dengan kerja bersama ini program vaksinasi akan bisa diselesaikan dalam waktu cepat,” tegasnya. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore