
Dari kiri Sekretaris SC Syaiful Huda Sekjen PKB Hasanudin Wahid Ketua SC Faizol Riza Ketua OC Cucun Syamsul Rizal Sekretaris OC Zainul munasicin saat Rapat Panitia Muktamar PKB 2024 di Kantor DPP PKB, Jakarta, Selasa (13/8/2024). (Fedrik Tarigan/ Jawa Pos
JawaPos.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dipastikan tidak akan mengundang beberapa tokoh yang terkait dengan PBNU hadir di Muktamar PKB di Bali pada 24-25 Agustus 2024 mendatang.
Dalam agenda tersebut, peserta Muktamar terdiri dari pengurus DPP, utusan DPW, utusan DPC, pimpinan dan Anggota FPKB DPR RI, serta Ketua Badan Otonom dan lembaga tingkat pusat PKB.
Selain itu, ada pula tamu undangan yang akan hadir atas undangan DPP PKB selaku penyelenggara muktamar. Termasuk di dalamnya pimpinan negara hingga pimpinan partai politik.
Wakil Ketua Umum DPP PKB Hanif Dhakiri mengatakan, hanya peserta Muktamar dan tamu undangan yang diizinkan memasuki arena Muktamar di Bali. Di luar itu tidak diizinkan masuk.
Tokoh yang tidak diundang adalah Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, mantan Sekjen PKB Lukman Edy, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, hingga mantan politikus PKB Effendy Choirie.
Mereka tidak diundang karena ada yang sudah jadi pengurus partai lain. Ada pula yang secara otomatis keanggotaannya gugur karena berkampanye untuk partai lain pada pemilu, atau menyerang dan merusak kehormatan PKB.
"Pak Effendy Choirie ya pasti nggak diundang karena pengurus partai lain. Pak Yahya, Pak Lukman, dan Pak Yaqut keanggotaannya otomatis gugur. Kan sudah kampanye partai lain dan bahkan menyerang dan merusak kehormatan partai di publik," kata Hanif di Jakarta, Selasa (20/8).
Selain mengampanyekan partai lain, pihak yang tidak diundang tersebut juga dianggap menyerang dan mencemarkan nama baik PKB di publik. Sehingga, para tokoh tersebut dinilai tidak loyal pada partai dan bahkan merusak partai.
"PKB sudah sukses pada Pemilu lalu dengan penambahan kursi di legislatif di berbagai tingkatan. Nah, mereka ini tidak mendukung, bahkan menyerang kita (PKB) di ranah publik," tegasnya.
"Jadi andai saja mereka istiqamah di PKB, mau bersama-sama membesarkan PKB, ya tentu dan pasti kami undang," tukas Hanif.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
