
Ilustrasi sianida berwujud kristal yang diduga dimasukkan ke Vietnamese Iced Coffee oleh Jessica Wongso../Sumber foto: Canva pro
JawaPos.com – Kasus pembunuhan Mirna Salihin oleh Jessica Wongso pada Tahun 2016 lalu, kembali ramai dibicarakan.
Terhitung sudah 7 tahun Jessica Wongso menjalani hukuman penjara di Pondok Rutan Bambu, Jakarta Timur akibat dakwaan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kepadanya, yaitu dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain .
Jessica Wongso dinyatakan sebagai pelaku pembunuhan karena telah memasukkan racun berupa Natrium Sianida (NaCN) ke dalam Vietnamese Iced Coffee (VIC) milik Mirna.
Sebenarnya apa Sianida itu?
Sianida adalah senyawa kimia yang berwujud solid (padatan kristal) atau berwujud gas. Jenis sianida yang yang berbahaya diantaranya; hidrogen sianida (H2CN), klorida sianida (ClCN), natrium (sodium) sianida (NaCN), dan kalium (potassium) sianida (KCN).
Sianida merupakan senyawa kimia yang sering dimanfaatkan untuk membasmi hama dan serangga. Senyawa kimia ini juga digunakan dalam berbagai industri, seperti kertas, tekstil, plastik, atau pertambangan.
Pada kasus pembunuhan oleh Jessica Wongso ini, diketahui jenis sianida yang digunakan adalah natrium sianida (NaCN).
Berdasarkan Material Safety Data Sheet (MSDS), NaCN bersifat korosif terhadap logam, dapat menimbulkan resiko fatal jika tertelan, terkena kulit, atau terhirup.
Menurut MSDS, pertolongan pertama apabila NaCN tertelan, beri air minum paling banyak 2 gelas pada korban dan segera meminta pertolongan medis.
Di dalam kasus khusus, jika pertolongan tidak tersedia dalam kurun waktu satu jam, maka perlu dirangsang untuk muntah (dilakukan hanya pada korban tidak sadarkan diri) dan segera menghubungi dokter.
Fakta Mengenai Kopi Sianida yang Diminum oleh Mirna
Berdasarkan permohonan kasasi Jessica Wongso yang dilampirkan dalam surat putusan Nomor 498 K/PID/ 2017 yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung, menurut hasil pemeriksaan Labfor Polri , tidak ditemukan racun sianida di tubuh Mirna.
Tujuh puluh menit setelah Mirna meninggal dunia, dilakukan pengambilan cairan lambung dan hasil pemeriksaannya negatif.
Namun, setelah 3 hari dari hari kematian Mirna, baru ditemukan kadar sianida sebanyak 0,2 mg/L dengan pH 5,5, sedangkan sianida dengan kadar tersebut tertelan, tidak akan mematikan.
Ada dua orang lain (teman Mirna dan pegawai kafe) yang mencicipi kopi milik Mirna yang diduga ada sianida, tapi keduanya hanya merasa pusing dan muntah.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
