
Pengunjung saat berwisata di kawasan wisata Kota Tua, Jakarta, Sabtu (24/10/2020). Kawasan wisata Kota Tua dibuka kembali pasca penerapan PSBB transisi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Foto: Dery Ridwansah/ Ja
JawaPos.com - Libur Natal dan Tahun Baru tahun ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan kasus Covid-19. Apalagi belakangan angka kasus positif terus bertambah. Maka, penting untuk tetap patuh protokol 3M yakni wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.
Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19, Sonny Harry B Harmadi mengatakan, liburan identik dengan bepergian sehingga bisa memicu peningkatan kasus. Dia mengajak agar semua orang harus paham bahwa kita masih dalam kondisi pandemi.
"Saya kadang-kadang, kami melihat ini sudah ramai sekali, seolah-olah pandemi sudah berakhir. Itu yang harus dipahami bahwa kita masih berada dalam masa pandemi, dan bahkan tingkat penularannya masih tinggi," kata Sonny dalam konferensi pers virtual, Rabu (23/12).
Baca Juga: Ringankan Beban Tenaga Kesehatan dengan Disiplin Protokol Kesehatan
"Dan kini terjadi penularan terus, positivity rate kita minggu ini kita sudah di atas 18 persen. Dan itu menjadi sebuah alarm sebetulnya," tambahnya.
Sonny meminta agar penularan tidak semakin tinggi, maka hal yang paling penting adalah mobilitas yang bisa dikendalikan. Lalu harus belajar dari kasus selama libur panjang kemarin, pada Mei ketika libur Idul Fitri, dua minggu setelah libur Idul Fitri, kasus positif naik sekitar 69-93 persen pada 6-28 Juni
Lalu kemudian pada liburan Agustus yakni tanggal 15-17 agustus, kasus posiitif meningkat 58-118 persen pada dua minggu setelahnya yakni 1-3 September. Lalu Oktober kemarin yang paling baru, kasusnya naik pada 5-22 November di 17-22 persen.
"Kami juga mengamati, setiap libur panjang juga selalu terjadi penurunan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kalau pakai masker itu dan cuci tangan, itu kan keputusan individu. Tapi begitu jaga jarak, itu keputusan bersama," katanya.
"Jadi enggak bisa saya ini berusaha menjaga jarak tanpa orang lain berusaha menjaga jarak juga, ada keputusan orang lain kan di sana, sehingga kerumunan yang paling sulit. Maka patuhilah SE Nomor 3/2020 bahwa setiap orang yang bepergian wajib menerapkan protokol kesehatan 3M," tutup Sonny.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=EjX64LQolKE

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
