Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Mei 2021 | 04.40 WIB

Lestarikan Satwa Langka, Perusahaan Limbah Urus Konservasi Elang Jawa

Burung Elang Jawa yang dilindungi - Image

Burung Elang Jawa yang dilindungi

JawaPos.com - Perusahaan pengolahan limbah beracun berbahaya (B3), PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) berkontribusi dalam konservasi elang Jawa. Seperti diketahui, elang Jawa identik dengan lambang negara Republik Indonesia, yaitu Garuda Pancasila

Elang berjambul yang masuk kategori spesies langka tersebut memang kini menjadi target konservasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Elang yang kini populasinya hanya 300 hingga 500 ekor tersebut menjadi elang yang paling dilindungi mengingat jumlahnya terus menurun dari tahun ke tahun.

"Ini wujud peran serta kita sebagai perusahaan yang fokus pada masalah lingkungan hidup," kata Manager Program Sosial Kemasyarakatan dan Keamanan PPLI Ahmad Farid dalam keterangannya, Sabtu (22/5).

Farid memaparkan, semangat terlibat dalam program konservasi ini, lantaran elang Jawa merupakan satwa langka yang dilindungi dengan populasi yang terus menurun. Selain itu burung predator satwa endemik pulau Jawa tersebut juga menjadi icon lambang negara, Garuda Pancasila.

“Proses perkawinan burung ini unik dan langka. Mereka kawin disaat terbang di udara, jadi untuk pengembangbiakannya ngga bisa di dalam sangkar kecil seperti burung lain pada umumnya," tuturnya.

Keterlibatan perusahaan dalam konservasi elang Jawa ini merupakan program CSR perusahaan. Pihaknya membangun kandang raksasa bagi burung tersebut di kaki Gunung Halimun Salak.

Di dalam ekosistem, kata Farid, elang Jawa mempunyai peranan yang sangat penting yaitu sebagai indikator terjaganya suatu kawasan hutan. Secara umum, habitat elang Jawa berada pada hutan primer dan sebagian kecil hutan sekunder yang berdekatan atau berbatasan dengan ecotone.

“Menurun atau meningkatnya jumlah elang Jawa ini menjadi salah satu indikasi utama kualitas ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak tempat populasi elang Jawa itu berada,” ucapnya.

Selama program ini dijalankan, Farid mengungkapkan, PPLI berhasil dua kali melakukan penetasan anakan elang Jawa. Program ini merupakan bagian dari komitmen PPLI dalam ikut menjaga keragaman hayati bumi Nusantara.

"Pesan dan ajakan ini saya sampaikan di hari keragaman hayati internasional yang jatuh tanggal 22 Mei ini, agar mudah diingat bahwa negeri ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang mesti kita jaga buat masa depan anak cucu kita," imbaunya.

Program konservasi elang Jawa ini akan terus dilakukan oleh PPLI hingga elang Jawa kembali memiliki populasi yang besar. "Kita targetkan minimal 5 tahun bisa terjadi peningkatan populasi yang signifikan," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore