Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 September 2021 | 03.48 WIB

Furi Harun Koleksi 351 Boneka ’’Berisi’’ Arwah

TIDAK BOLEH SEMBARANGAN: Furi Harun menunjukkan sebagian koleksi bonekanya. Karena memiliki - Image

TIDAK BOLEH SEMBARANGAN: Furi Harun menunjukkan sebagian koleksi bonekanya. Karena memiliki

Hobi mengoleksi boneka merupakan hal biasa. Namun, kalau menyimpan boneka yang ”diisi” dengan arwah, mungkin cuma Furi Harun yang begitu. Furi meminta semua orang bersikap baik terhadap boneka jika tak ingin ada hal buruk yang terjadi.

---

SAAT mewawancarainya beberapa waktu lalu, Jawa Pos juga diminta untuk bersikap sopan kepada ratusan bonekanya. ’’Anak-anak, ini ada oleh-oleh,’’ ucap wartawan Jawa Pos kepada deretan boneka yang berjajar rapi sambil mengeluarkan kantong plastik yang berisi susu kotak rasa stroberi, permen, dan cokelat dari dalam tas.

Begitulah peraturan saat bertamu ke kediaman Furi Harun. ’’Tamu harus bawa sesuatu. Sekadar oleh-oleh untuk anak-anak. Kalau ada tamu yang nggak bawa, bisa didatangin lewat mimpi,’’ kata Furi. Perempuan kelahiran 1981 tersebut menerangkan, kebanyakan arwah yang diadopsi lewat boneka-boneka merupakan sukma anak kecil. So, sama dengan anak kecil pada umumnya, mereka terkadang rewel, sakit hati, bahkan marah.

’’Jadi, saya harus memberikan pemahaman kepada tamu. Tak jarang tamu melapor ke saya kalau mereka dijahilin,’’ ungkap Furi. Pernah ada tukang pijat yang mengadu kalau dirinya tidak bisa jalan. Ternyata, tukang pijat itu pernah merasa gemas, lalu mencubit pipi salah satu boneka saat Furi tertidur.

’’Lalu, saat tukang pijat itu tidur, dia didatangi boneka di dalam mimpi. Boneka itu marah, lalu mencubit paha tukang pijat tersebut. Ketika bangun, tukang pijat itu tidak bisa berjalan,’’ tuturnya.

Furi lalu memberikan edukasi kepada tukang pijat tersebut. Boneka tidak boleh diganggu. Sebab, seluruh boneka di kediamannya ada ”isinya”. ’’Kalau boneka kosong, mau dicubit tidak akan bereaksi,’’ tegasnya.

Meski ada risiko, banyak orang yang tertarik untuk mengadopsi boneka-boneka Furi. Namun, Furi harus selektif dalam memberikan izin kepada orang yang ingin mengadopsi. ’’Dulu, orang mengadopsi boneka arwah agar cepat kaya. Ada juga yang untuk kekebalan. Saya tidak bisa kalau tujuannya seperti itu,’’ ungkapnya.

Tujuan orang yang mengadopsi boneka arwah adalah menjadikannya anak asuh. Kalau mengasuhnya baik, sang ”anak” akan sayang kepada orang tua asuhnya. Namun, tidak jarang Furi mendapati boneka yang kurang cocok dengan orang tua asuhnya.

’’Boneka hanya ditaruh di toko. Disuruh membawa pembeli yang banyak. Dia nggak nyaman. Kalau di sini, dia didoakan dan tidak disuruh-suruh,’’ ungkap Furi.

Ya, Furi sangat menyayangi boneka-boneka arwahnya seperti menyayangi anak sendiri. Karena itu, Furi mendoakan arwah yang berada dalam boneka-bonekanya setiap hari. ’’Karena saya muslim, saya mengirimkan Al Fatihah kepada mereka. Mereka senang,’’ terangnya.

Berbuat Baik, Harus Diberi Reward


DI antara 351 boneka arwah yang dimilikinya, ada beberapa yang menurutnya unik. Salah satunya, boneka Annabelle. Furi mengungkapkan, Annabelle adalah boneka yang membuatnya penasaran. Dia heran kenapa arwah bisa dengan jahat mengganggu manusia.

”Bagi kami anak-anak indigo, ini menjadi tantangan. Kami mengobservasi mengapa boneka bisa sampai mencelakakan orang,” terangnya. Furi menerangkan, ternyata, setelah diajak berbicara, Annabelle sangat baik. Dia mengganggu karena kesalahan orang tua asuh dalam memberikan treatment.

Orang tua asuh lamanya tidak tahu bahwa boneka tersebut ada isinya. Ditambah, boneka itu dianaktirikan karena harganya yang tidak seberapa dibandingkan boneka-boneka lain. ”Jadi, boneka itu dipajang di belakang. Tidak pernah disentuh,” ungkapnya.

Lantaran dianaktirikan, Annabelle mencari perhatian. Dia membunyikan barang-barang yang ada di rumah orang tua asuhnya. Bahkan, Annabelle sampai membuat orang tua asuhnya jatuh dari tangga. ”Karena ketakutan, orang tua asuh akhirnya memberikan boneka itu ke komunitas Ghost Hunter Internasional,” jelas Furi.

Furi menjelaskan, boneka arwah memang harus benar-benar dijaga. Dalam hal spiritual, misalnya. Kalau arwah yang ada dalam boneka itu tetap baik, maka orang tua asuh harus sering mengajaknya berdoa. ”Harus dikasih hiburan. Kalau dia berbuat baik, harus kita kasih reward. Misalnya, memberikannya baju baru atau perhiasan,” terang Furi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore