Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Mei 2021 | 10.49 WIB

Ketua Satgas Covid-19 Sebut Pelarangan Mudik Keputusan Terbaik

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo saat meninjau posko penyekatan di Dermaga Pelabuhan Merak, Minggu (9/5). Antara - Image

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo saat meninjau posko penyekatan di Dermaga Pelabuhan Merak, Minggu (9/5). Antara

JawaPos.com–Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Doni Monardo menyatakan, pelarangan mudik adalah keputusan yang terbaik untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Keputusan pemerintah terkait pelarangan mudik itu tepat guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19 agar tidak terjadi kasus seperti yang dialami India.

”Itu juga masih ada warga kita yang nekat pulang hingga mencapai tujuh persen,” kata Doni Monardo yang juga Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat meninjau posko penyekatan di Dermaga Pelabuhan Merak, Minggu (9/5).

Pada akhir Januari dan awal Februari 2021, kata dia, kasus Covid-19 di India lebih jauh di bawah kasus di Indonesia. Kasus pandemi Covid-19 di Indonesia sebanyak 170 ribu dan India 150 ribu.

Tetapi setelah mereka melonggarkan kegiatan publik, di antaranya kegiatan agama, ekonomi, agama, politik, olahraga, dan kegiatan tradisi masyarakat, tidak butuh waktu lama, hanya beberapa minggu saja, terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19, bahkan tertinggi angka kematian di dunia.

”Kita jangan sampai kasus virus korona yang terjadi di India itu,” ucap Doni Monardo.

Menurut dia, pelarangan mudik, petugas setiap hari, setiap menit, setiap jam, dan setiap detik, selalu mengingatkan agar tidak terjadi pergerakan orang. Pergerakan itu berpotensi menularkan Covid-19 melalui manusia dan kelompok yang sangat rentan terpapar juga berisiko.

Apabila sudah terlanjur kembali mudik, lanjut Doni, tidak ada lain mereka wajib dikarantina. Sebab, bisa saja mereka orang tanpa gejala (OTG).Jika mereka dibiarkan bisa menularkan sekampung dan terbukti di beberapa tempat terjadi kasus seperti itu.

”Kita tentu harus belajar dari daerah-daerah lain agar tidak terjadi penyebaran Covid-19,” terang Doni.

Dia menambahkan, masyarakat yang betul-betul tidak bisa mudik bisa bersilaturahmi melalui virtual. Dia juga meminta posko pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro dioptimalkan. Posko PPKM dapat memfasilitasi bagi masyarakat tidak mampu bersilaturahmi bersama anggota keluarganya di kampung melalui virtual itu.

”Kita harus menahan mudik Lebaran dan bersabar,” tutur Doni Monardo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore