
Kemendikbud
JawaPos.com - Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif Nahdlatul Ulama (NU) PBNU, Arifin Junaidi meminta agar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), khususnya Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid untuk segera menyusun kerangka kerja revisi Kamus Sejarah Indonesia yang sempat menjadi polemik.
"Tunjukkan Kemendikbud serius untuk merevisi buku yang menuai kontroversi tersebut secepatnya," ungkap dia, Jumat (23/4).
Untuk menghindari terulangnya kesalahan serupa, Arifin menyarankan agar terlebih dulu ditetapkan tujuan penulisan buku dan kriteria-kriteria. "Mendikbud Nadiem sudah mengakui banyak bolong-bolong dalam buku tersebut. Jangan sampai lagi terjadi ini masuk itu tidak (ada yang masuk kamus dan tidak)," tegasnya.
Arifin yang akan tergabung dalam tim revisi buku tersebut mengatakan, saat ini sudah beredar sinisme masyarakat, yakni permintaan maaf Mendikbud Nadiem Makarim tidak akan ada tindak lanjut.
Berdasarkan hal itu kerja cepat Kemendikbud sangat menentukan. Terhadap permintaan tersebut, Hilmar pun menyatakan kesediaannya untuk bekerja serius dan cepat. "Kami akan segera menyiapkan kerangka kerja," tegas dia.
Arifin melanjutkan, mengungkapkan rencana kerjanya, pertama akan mendengarkan masukan-masukan dari para tokoh dan ahli sejarah NU, dilanjutkan membentuk tim intern NU. Tim tersebut nantinya akan memberikan masukan-masukan kepada tim yang dibentuk kemendikbud.
"Masukan akan diusahakan sekomperehensif mungkin," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
