Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Maret 2021 | 21.48 WIB

Wapres: Mudik-Pertemuan Tatap Muka Bisa Jadi Klaster Baru Covid-19

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)



JawaPos.com - Presiden Joko Widodo menjanjikan vaksinasi Covid-19 bisa menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Rabu (24/3) presiden meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal di Kecamatan Kao, Halmahera Utara. Kecamatan Kao merupakan salah satu kawasan terpencil.

”Kenapa saya datang ke kecamatan ini? Saya ingin memastikan distribusi vaksin itu merata sampai ke pelosok. Sampai ke daerah yang sulit jangkauannya,” tegasnya.

Jokowi berharap wilayah pelosok dapat menggelar vaksinasi massal serupa. Selain jangkauan, jumlah vaksin juga harus diperhatikan. Setelah vaksin dari Sinovac, pemerintah mendapatkan vaksin AstraZeneca hasil kerja sama multilateral COVAX-GAVI.

Vaksin AstraZeneca, antara lain, akan digunakan di Pesantren Lirboyo. Ada 100 orang yang siap disuntik dengan vaksin tersebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah menyiapkan 20 vial atau 200 dosis vaksin AstraZeneca.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, pemerintah harus mengombinasikan berbagai merek vaksin Covid-19. Tujuannya dapat memenuhi kebutuhan vaksin untuk seluruh populasi sasaran. ”Kita bersyukur mendapatkan vaksin AstraZeneca sehingga bisa lebih banyak rakyat Indonesia yang divaksin,” ungkap Budi.

Dia menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia dalam program vaksinasi. Dengan begitu, tujuan terbentuknya kekebalan kelompok cepat tercapai. Budi menargetkan seluruh santri dan pengurus pondok pesantren di Jawa Timur segera mendapatkan suntikan vaksin.

Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Abdullah Kafabihi Mahrus menyambut baik pelaksanaan vaksinasi itu. ”Lirboyo akan mendukung apa yang menjadi program pemerintah. Bagi kami, kemaslahatan umat jadi prioritas utama,” tegasnya.

Di bagian lain, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan, rencana dibukanya kembali pembelajaran tatap muka di sekolah dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Jangan sampai mengacaukan target pemerintah dalam menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Baca Juga: Nasabah BCA, BNI, Mandiri, BTN & BRI Diminta Ubah Kartu ATM ke Chip

Melalui Masduki Baidlowi selaku juru bicara wakil presiden, Ma’ruf mengatakan bahwa upaya untuk mencapai herd immunity tidak gampang. ’’Jangan kemudian nanti dimentahkan oleh mudik atau (pembelajaran, Red) tatap muka. (Jangan) menjadi klaster baru,’’ paparnya.






Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/L-zyQxtCXik



Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore