alexametrics

Ketua MPR Sebut Ada Kemunduran Indikator Kemerdekaan

21 Agustus 2021, 23:00:26 WIB

JawaPos.com – Ketua Mejelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo menyebut, terjadi kemunduran indikator kemerdekaan. Menurutnya indikator sebuah kemerdekaan itu adalah merdeka dari ketergantungan, kemiskinan, akses keadilan, dan penegakan hak asasi manusia (HAM).

Politisi yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan indikator-indikator kemerdekaan tadi mengalami kemunduran. Tapi menurut dia, dalam upaya refleksi kemunduran adalah hal wajar. “Karena memang sesungguhnya membutuhkannya sebagai introspeksi diri dalam proses pendewasaan,” kata Bamsoet dalam keterangannya Sabtu (21/8).

Sebelumnya dia mengurai soal indikator kemerdekaan itu dalam diskusi publik Refleksi 76 Tahun Kemerdekaan RI bertajuk Sudahkah Kita Merdeka. Diskusi ini dilaksanakan secara daring oleh Program Magister Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammdiyah Jakarta (UMJ). Diskusi ini menghadirkan peneliti LIPI Siti Zuhro, Aidul Fitriciada dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Rektor Universitas (UMJ) Ma’mun Murod.

Bamsoet mengatakan, kemerdekaan dalam perspektif kemandirian adalah kemajuan pada berbagai sektor dan mendorong kemampuan meningkatkan kemandirian. Di banyak aspek, kemandirian pemenuhan kebutuhan pokok bangsa Indonesia masih perlu ditingkatkan. “Namun tidak menafikan masih ada beberapa sektor penting dimana tingkat ketergantungan kita masih cukup tinggi,” katanya.

Dia mentakan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada periode Januari sampai Juni 2021 atau sepanjang semester pertama 2021 Indonesia melakukan impor pangan hingga Rp 88,21 trilyun. Di sisi lain Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) pada Mei 2020 menyatakan bahwa angka ketergantungan terhadap produk impor bidang kesehatan mencapai 90 persen.

“Sebagaimana kita pahami bersama sektor pangan dan kesehatan adalah sektor yang sangat vital,” katanya. Bukan hanya karena menjadi kebutuhan primer yang wajib terpenuhi, tapi juga sangat berpengaruh terhadap sektor lainnya. Apalagi saat ini Indonesia sedang dihadapkan pada masa masa pandemi Covid-19.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Hilmi Setiawan




Close Ads