
Poster edukasi 3M di sepanjang tiang pilar Stasiun MRT kawasan Cipete Raya, Jakartal, Rabu (16/12/2020). Kegiatan tersebut merupakan kampanye edukasi 3M guna menyuarakan pentingnya mematuhi protokol kesehatan di tengah Pandemi. Foto: Dery Ridwansah/ JawaP
JawaPos.com - Pengetahuan masyarakat tentang protokol kesehatan semakin meningkat. Ketentuan soal 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak sudah sangat dipahami. Hanya saja, kepatuhan masyarakat soal 3M masih kurang.
Hal tersebut diungkap Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi. Menurut dia, melonjaknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sejak beberapa hari belakangan ini. Terakhir, peningkatan pada Senin Senin (18/1) terdapat penambahan 9.086 kasus positif. Total keseluruhan secara nasional mencapai 917.015 orang terinfeksi kasus positif Covid-19.
"Sebenarnya pengetahuan masyarakat terhadap 3M ini sudah sangat tinggi. Tetapi kepatuhannya belum maksimal," kata Sonny Harry B Harmadi dalam diakusi BNPB, Senin (18/1).
Sonny memastikan pihak Satgas Penanganan Covid-19 selalu mengingatkan masyarakat tentang kepatuhan terhadap protokol kesehatan mempuyai dampak yang besar kepada penurunan kasus. Jika kepatuhan memakai masker naik, maka kasus positif di Indonesia bisa turun.
"Jika kepatuhan mencuci tangan naik, kasusnya turun. Jika tingkat kepatuhan menjaga jarak naik, maka kasusnya turun," ungkap Sonny.
Saat ini terdapat 85 Kabupaten/Kota yang tingkat kepatuhannya memakai masker kurang dari 60 persen. Paling tinggi terdapat di Sumatera dan Papua.
"Ini menjadi PR kita bersama untuk meningkatkan kepatuhan menerapkan protokol kesehatan, utamanya memakai masker di Sumatera dan Papua," cetusnya.
Baca juga: Dokter Sebut Vaksin dan Protokol 5M Jadi Senjata Lawan Covid-19
Sementara, masyarakat daerah yang tingkat kepatuhannya dalam menjaga jarak di bawah 60 persen mencapai 87 kabupaten/kota. Mayoritas tersebar di Sumatera dan Papua.
Supaya situasi itu tidak berlarut-larut, Satgas Penanganan Covid-19 mengerahkan 63 ribu duta perubahan perilaku. Kehadiran duta perilaku tersebut diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Kami mencoba mendorong kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, mengingatkan bahwa vaksinasi dan 3M adalah suatu hal yang tidak bisa dilepaskan. Walupun nanti akan dilakukan vaksinasi, tetapi kepatuhan protokol kesehatan juga penting," tegas Sonny.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/zNe6tDrOIa0

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
